Usai Sosialisasikan Bahaya Covid 19, Kepala Kampung di Pessel Dianiaya Seorang Warga

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Bukannya mendapatkan apresisasi dari warga usai mensosialisasikan dampak bahaya Covid 19, seorang Kepala Kampung di Nagari Lakitan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) harus dilarikan ke rumah sakit setempat akibat tindakan penganiayaan.

Korban bernama Baktiar, Kepala Kampung Koto Rawang. Dirinya mendapatkan penganiayaan dari seorang warga berinisial E (55) yang juga merupakan warga setempat.

Dirinya dianiaya dan dipukuli akibat diduga pelaku tidak senang terhadap korban yang telah menasehati keponakannya saat berada dalam sebuah warung, Sabtu 4 Maret 2020.

Kapolsek Lengayang, Iptu Beni Hari Muryanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya pelaku E langsung ditahan usai kejadian peristiwa penganiayaan tersebut.

” Kami masih menunggu keterangan resmi dari korban yang saat ini masih dalam kondisi lemas,” ungkapnya menjelaskan.

Adapun peristiwa kejadian bermula saat korban mendatangi sebuah warung yang saat itu sedang dipenuhi oleh anak remaja yang sedang kumpul kumpul bermain domino.

Kepada para remaja itu, korban memberikan nasehat akan bahaya penebaran virus Corona yang sangat cepat menyebar. Dirinya meminta agar para remaja tersebut untuk bubar demi memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Selanjutnya korban pun beranjak dari warung tersebut dan berencana mendatangi lokasi lokasi lainnya yang ditenggarai tempat berkumpulnya warga. Namun tak lama kemudian, muncul istri pemilik warung pertama dan meluapkan kekesalannya kepada korban karena telah membubarkan para remaja yang sedang berkumpul di tempatnya.

Selanjutnya istri pemilik warung meminta korban untuk kembali mendatangi tempatnya dengan alasan salah satu paman dari remaja yang telah dia nasehati itu menunggunya.

Korban yang sebelumnya tidak menyangka akan dianiaya menuruti permintaan pemilik warung dan pergi menuju lokasi.

Namun sesampai di lokasi setelah bertemu dengan pelaku terjadilah penganiayaan tersebut. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here