Tak Tersentuh, Peredaran Rokok Ilegal Makin Marak di Limapuluh Kota dan Sekitarnya

Foto dari Bea Cukai Teluk Bayur razia rokok Ilegal

SUMBARTIME.COM-Seperti tak tersentuh hukum, peredaran rokok tanpa cukai serta cukai abal abal alias palsu makin marak di wilayah Sumatra Barat. Terkhusus di Wilayah Limapuluh Kota kian terjun bebas di perjual belikan dipasaran.

Mulai dari warung kecil pinggir jalan hingga kios yang melayani grosir pun dengan santainya menjual rokok ilegal dari berbagai merek seperti Luffman, Coffe Stick serta beberapa merek lainnya.

Iklan

Ironis, diduga agen besar yang terindikasi berada di wilayah Mungka serta Taeh dengan inisial “H’ dan “U” dengan amannya memasok dan menyalurkan rokok ilegal tersebut ke berbagai pelosok Luhak Limopuluah hingga wilayah Sumbar lainnya.

Menurut salah satu pemilik warung yang mewanti wanti agar namanya tidak ditulis yang berdagang di kawasan Limapuluh Kota, mengaku setiap minggu mendapat kiriman rokok ilegal dari berbagai merek tersebut dari salah satu agen penyalur ke warung warung kecil seperti miliknya.

” Tiap minggu pasokan rokok ilegal tersebut selalu datang diantar oleh age warung saya,” ujarnya mengatakan.

Diakuinya, omset penjualan rokok tanpa pita cukai resmi tersebut sangat laris di pasaran, harga yang terjangkau bagi kantong warga ditambah rasanya yang tidak kalah dengan rokok bermerek serta resmi lainnya, membuat warga banyak menjatuhkan pilihan kepada rokok Luffman, tandasnya lagi, kepada awak media.

Minimnya pengawasan yang dilakukan menyebakan gampang dan maraknya penjualan rokok ilegal tanpa cukai tersebut di wilayah Limapuluhkota, serta daerah sekitarnya. Disinyalir tidak saja peredaran rokok ilegal tersebut hanya seputaran Luhak Limopuluah, namun juga merambah Kawasan lainnya di Sumatra Barat. Bahkan rokok ilegal yang berdar di pelosok Sumbarpun diduga di pasok dari Limapuluh Kota.

Sebelumnya seperti di kutip dari REPUBLIKA.CO.ID, Bea Cukai Teluk Bayur melaksanakan operasi Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang berlangsung mulai 19 Maret sampai 13 April 2018 di wilayah Sumatra Barat. Operasi ini merupakan rangkaian terakhir dari Operasi Gempur yang telah dilaksanakan di beberapa kota di Sumbar seperti Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Adapun hasil tangkapan dari Bea Cukai Teluk Bayur selama melaksanakan operasi gempur yaitu sebanyak 1.191.371 batang rokok dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 436.775.720 dan total kerugian negara yang dihasilkan sebesar Rp 259.759.080, papar Hilman Satria Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur.

Namun beberapa bulan kemuadian, seperti kebal hukum, peredaran rokok ilegal dari berbagai merek serta kemasan seperti Luffman Light, Luffman Merah, Luffman Mild, RMX, Coffee Stick, serta merek lainnya kembali bebas diperjual belikan di pasaran dan tak tersentuh sedikitpun. (tim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here