BUKITTINGGI – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatera Barat berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Daerah menggelar talkshow bertajuk “Sinergi Bank Indonesia, IPDN, dan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pelayanan Publik di Provinsi Sumatera Barat”.
Acara yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Senin (22/9/2025), merupakan rangkaian kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025.
Talkshow dibuka oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, serta dihadiri oleh Direktur IPDN Kampus Sumbar Dr. Lalu Satryo Utama, S.STP, M.AP, Kepala Unit Peredaran Uang Rupiah (PUR) KPw BI Sumbar Sriyanto, perwakilan OJK Sumbar, Pinca Bank Nagari Bukittinggi Hendry Suhairi, SE.Ak, dengan narasumber utama Edukator KPw BI Sumbar Ahmad Ridwan dan Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, serta Layanan Manajemen Strategi OJK Sumbar Reza Surya Akdiwijaya.
Dalam sambutannya, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Kami harap kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi perekonomian Bukittinggi dan semakin mendorong masyarakat beralih ke transaksi keuangan digital,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Lalu Satryo Utama menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas literasi keuangan digital.
“Edukasi ini sangat penting, tidak hanya untuk mahasiswa IPDN tetapi juga masyarakat luas agar semakin cerdas dalam menggunakan layanan keuangan digital,” katanya.
Talkshow ini mengusung konsep Quadruple Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Agenda juga dirangkaikan dengan seminar nasional, yang menjadi program rutin IPDN Kampus Sumbar.
Salah satu edukator program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Ahmad Ridwan, menegaskan pentingnya penggunaan alat pembayaran digital yang aman.
“Kita harus cinta, bangga, dan paham Rupiah. Bagi pelaku usaha, gunakanlah QRIS karena lebih mudah dan aman dalam bertransaksi,” jelasnya.
Dalam sesi interaktif, ia juga mengajak peserta menunjukkan uang kertas Rupiah dalam kondisi rapi. Peserta yang berhasil mendapat hadiah doorprize sebagai bentuk apresiasi.
Dari sisi perlindungan konsumen, Reza Surya Akdiwijaya dari OJK Sumbar mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik keuangan ilegal.
“Jika ada pelanggaran dari lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, seperti perusahaan asuransi, maka akan ditindak sesuai aturan. Kami juga menekankan pentingnya kepatuhan penuh dari pelaku industri keuangan,” tegasnya.
Acara ini turut menampilkan program unggulan dari Bank Nagari serta pembagian doorprize kepada tamu undangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara BI, OJK, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat literasi Rupiah sekaligus memperluas pemanfaatan layanan digital di Sumatera Barat. (Alex.jr)




















