Sumbartime – Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk keluarga Siska Afrina. Mahasiswi Jurusan PGSD Universitas Negeri Padang tersebut sedang melakukan pendakian saat letusan terjadi pada Minggu sore.
Siska seharusnya merayakan wisuda di kampusnya minggu ini.
“Minggu ini seharusnya dia wisuda di kampusnya,” ungkap kedua orang tuanya, Masiswardi dan Murni.
Dalam kepergiannya, Siska tidak hanya meninggalkan kekhawatiran, namun juga rencana yang sudah diatur.
Jadwal wisuda yang awalnya akan dilangsungkan pada Sabtu mendatang harus ditunda seminggu.
Masiswardi menceritakan bahwa Siska bermaksud pulang kampung setelah jadwal wisuda ditunda, namun tak sempat karena pergi bersama lima temannya ke Gunung Marapi.
Masiswardi dan Murni menggambarkan Siska sebagai seseorang yang gemar melakukan pendakian. Meskipun demikian, keputusannya untuk naik Gunung Marapi tanpa memberi tahu orang tuanya membuat mereka khawatir dan berharap agar Siska dapat ditemukan dengan selamat.
Sebelumnya diberitakan Tim DVI Polda Sumbar mengeluarkan hasil identifikasi pada pukul 19.12 WIB, dan memastikan korban bernama Siska Afrina.
Siska merupakan korban ke 23 atau terakhir yang berhasil dibawa turun oleh petugas gabungan.(R)




















