Rakyat Menjerit, Wabup dan Ketua DPRD Limapuluh Kota ‘ Saling Berbalas Pantun’

Foto Wabup dan Ketua DPRD Limapuluh Kota

SumbartimeLimapuluhKota-Tudingan Wakil Bupati Ferizal Ridwan yang mengatakan jika biang dari mandegnya pembangunan infrastuktur di Kabupaten Limapuluh Kota akibat terlalu besarnya pos anggaran pembangunan yang tersedot oleh pokir dari anggota DPRD.

Dalam komentar selanjutnya secara terang terangan Wakil Bupati fenomenal tersebut juga mengaku enggan untuk datang ke Gedung Wakil Rakyat menghadiri sidang paripurna terbuka, dengan alasan emoh dan ogah melihat tingkah polah wakil rakyat tersebut yang dinilainya sangat ambisius sekali soal pokir, seperti aku Ferizal Ridwan kepada awak media, melalui sambungan telepon seluler, Kamis (15/03).

Iklan

” Coba bayangkan, dari 252 Milyar pos pembangunan Infrastruktur 118 Milyar untuk pokir anggota DPRD, tapi lihatlah akses jalan menuju Kubang Balambak sangat menyedihkan,” ungkap Ferizal Ridwan.

Baca:Jalan Kubang Balambak Rusak Parah, Warga Mengeluh, Wabup : Anggaran Infrastruktur Tersedot Untuk Pokir

Menurut Ferizal sistem pokir tidak ada yang salah, namun cara penerapan yang salah yang mengakibatkan beban  bagi anggaran serta berpotensi lebar terjadinya penyimpangan. ” Dan salah satu alasan saya tidak ikut memaraf serta menanda tangani pengesahan APBD 2018 karena saya menduga telah terjadi gelagat penyimpangan,” pungkasnya menutupi pembicaraan.

Terpisah, menjawab tudingan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferzial Ridwan, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo dengan tegas menyebut apa yang dituding oleh wabup tersebut sangat tandensius dan mengada ada.

Terkait soal pokir, menurutnya Pokir Dewan dengan APBD tidak terpisah tapi sejalan. Sebab pokir dewan berasal dari hasil  pembahasan antara DPRD dengan Pemda.

” Kan ini bukan kebijakan DPRD saja, anggaran disusun Pemda bersama Dewan. Jangan lempar batu sembunyi tangan dong,” ujar Safaruddin Dt Bandaro Rajo Tegas, Kamis (15/03).

Dan jika memang ada peryataan Wabup demikian ini dinilai sudah tidak bagus lagi ucapnya mengatakan.

Sementara itu, terkait persoalan infrastruktur di Limapuluh Kota banyak yang terbangkalai, pengamat sosial masyarakat masyarakat, Arnovi Sutan Mudo, meminta agar Eksekutif dan legeslatif jangan hanya bisa berbalas pantun dan saling tuding ditengah jeritan rakyat akar rumput.

Tapi lebih baik saling bekerja sama menyelesaikan apa yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat akar rumput, salah satunya seperti perbaikan akses jalan ke Kubang Balamabak, serta pelanjutan pembangunan ruas jalan serta jembatan Aramco Sungai Naniang yang masih terbengkalai dan dinilai merugikan masyarakat banyak, tuturnya mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here