Sumbartime.com, Kabupaten Solok. — Guna mengantisipasi darurat pangan sebagai dampak dari El Nino maka Pemerintah Daerah Kabupaten Solok sebelumnya telah merencanakan program pompanisasi untuk sawah tadah hujan. Sedikitnya, 153 unit pompa telah diusulkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Solok ke Pemerintah Pusat di Jakarta.
“Sayangnya, sampai hari kini program tersebut belum bisa terealisasi lantaran kita masih menunggu keputusan dari Pusat. Sebab, kita hanya mengusulkan, tendernya ditangan Pusat,”kata drh. Kenedy Hamzah selaku Kadis Pertanian Kabupaten Solok.
Pihaknya berharap agar Pemerintah Pusat dapat segera menurunkan dana supaya program itu bisa dilaksanakan. Terlebih, untuk menyukseskan program tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Solok telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kodim 0309/Solok pada hari Senin, 25 Maret 2024.
Kadis merinci bahwa di Kabupaten Solok terdapat 2.201 hektar lahan yang bisa diolah melalui program pompanisasi ini. Lahan sebanyak itu, kata Kadis, tersebar dihampir seluruh Kecamatan.
“Kecuali di Kecamatan Lembah Gumanti, Lembang Jaya dan Danau Kembar,”sebut Kadis.
Lebih lanjut, tutur Kadis, apabila usulan pihaknya disetujui Kementerian Pertanian di Jakarta maka akan terjadi pertambahan areal tanam padi di Solok. Dengan itu, kata dia, petani di Solok tidak perlu khawatir akan kekeringan, perubahan iklim dan menyempitnya areal tanam. (Risko Mardianto)





















