BUKITTINGGI – Ada yang beda pagi tadi di kawasan pusat kota Jam Gadang, tepatnya di depan kantor cabang PLN Jalan Sudirman. Deretan pohon besar yang selama ini setia menaungi jalan, satu per satu “dibotakin” oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Sabtu (2/8/2025).
Bukan tanpa alasan, aksi ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan mengantisipasi potensi tumbangnya pohon tua yang mulai rapuh.
“Demi mendukung keselamatan dan kenyamanan dalam berlalu lintas, kami dari DLH melakukan pemangkasan deretan pohon besar ini,” jelas Kepala DLH Kota Bukittinggi, Aldi Asnur, di sela-sela kegiatan.
Menurut Aldi, beberapa pohon menunjukkan tanda-tanda usia lanjut, ranting-ranting rapuh, batang mengelupas, hingga akar yang tampak melemah.
“Kondisinya sudah tidak baik, kami tidak ingin menunggu sampai pohon tumbang dulu baru bergerak. Lebih baik mencegah,” tegasnya.
Aksi “barber pohon” ini bukan pekerjaan sembarangan. DLH mengerahkan Mobil Crane PJU untuk menjangkau ranting-ranting tinggi.
Setelah bagian atas dirapikan, ranting besar pun ditebang dengan hati-hati. Tidak hanya itu, petugas DLH juga sigap mengatur lalu lintas agar proses berjalan aman dan tidak menimbulkan kemacetan.
Usai dilibas, potongan pohon langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyisakan ruas jalan yang lebih terang dan lega.
Suasana pun tampak sedikit berbeda, lebih terbuka, walau sebagian warga mengaku akan merindukan rindangnya daun-daun yang dulu memberi keteduhan. Namun bagi DLH, ini soal prioritas, keselamatan warga dan kelancaran lalu lintas.
“Ke depan, kita akan terus lakukan pemantauan terhadap pohon-pohon tua di jalur strategis kota. Kita ingin kota ini tetap hijau, tapi juga aman,” tegas Aldi.
Pohon boleh dibotakin, tapi nyawa warga jangan sampai dikorbankan. Bukittinggi tetap asri, tapi dengan kepala dingin dan langkah waspada. (Alex)




















