SUMBARTIME.COM,- Ahad pagi,19 Juni 2022, di pelataran taman pendestrian jam gadang kota Bukittinggi, Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) dan Komunitas Bukittinggi Peduli Asi (KBPA) menggelar kampanye.
Dan pemerintah kota Bukittinggi mendukung penuh acara kampanye yang digelar asosiasi tersebut yang telah berdiri sejak 7 tahun silam.
Di kota wisata ini ada Bukitttinggi Peduli ASI yang telah berdiri sejak 4 tahun yang lalu namun tidak ada melakukan kampanye. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi Maad. Dt. Basa Balimo, pada kata sambutannya, bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung penuh kampanye tersebut.
“Meskipun beratnya dikarenakan ketika anak-anak ini diorientasikan ke ASI. Otomatis hal ini bertentangan dengan para pebisnis, terutama bisnis susu,”kata Marfendi yang akrab disapa Buya.
“Lebih lanjut Buya mengatakan, padahal menyusui itu adalah perintah Allah dan menyusui itu didalam Islam yakni selama 2 tahun,”ujar Buya.
Dan untuk ASI eksklusif diatas 6 bulan sedapat mungkin anak balita disusui ibunya selama 2 tahun.
Kampanye tersebut bertujuan untuk perbaikan fisik, perbaikan mental dan organ tubuh secara total ketika mendapatkan ASI secara utuh dan juga untuk mencegah Stunting
“Saya sebagai ketua tim penurunan stunting kota Bukittinggi sangat mendukung program ini, karena salah satu agenda kita kedepannya adalah mendukung kampanye agar ibu-ibu menyusui minimal ASI eksklusif sehingga sedapat mungkin bisa menyusui balitanya selama 2 tahun,”Buya mengakhiri.
Kegiatan dihadiri oleh ketua GOW kota Bukittinggi Ny.Nurna Eva Marfendi, pengurus AIMI, sejumlah ibu-ibu yang mempunyai balita dan ibu menyusui, serta staff dari RSAM Bukittinggi.
(alex)




















