Pembobol Data Nasabah Bank Jaringan Internasional Ditangkap di Kota Padang

sindikat pembobol data nasabah bank jaringan internasional

SUMBARTIME.COM-Polisi berhasil mengungkap dan membongkar praktek akses Ilegal (skimming) nasabah Bank BNI di Kota Padang.

5 orang pelaku yang dikendalikan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia berhasil ditangkap dan diringkus rekrim gabungan Polresta Padang, di dua lokasi yang berbeda, Rabu (21/10).

Iklan

Menurut Kapolresta Padang AKBP Imran Amir, dalam gelar konfrensi Pers Jumat 23 Oktober 2020 di Mapolreta, mengungkapkan jika sindikat skimming terhadap nasabah Bank BNI ini telah berhasil membobol data 81 data nasabah di Padang.

Kelima pelaku masing masing inisial MLF (35), SWN (27), SDA (34), RRL (35) dan JAS (24) merupkan warga negara Indonesia yang dikendalikan oleh WNA asal Malaysia.

Kelimanya ditangkap dua dua lokasi yang berbedan yakni di kawasan Marapalam, Kecamatan Padang Timur dan Aru, Kecamatan Lubuk Begalung pada Rabu, 21 Oktober 2020.

Saat ini Polresta Padang masih melakukan koordinasi pihak Bank dan Mabes Polri, tutur Imran lagi.

Walaupun sampai hari ini belum ada nasabah Bank BNI Kota Padang yang melaporkan telah kehilangan sejumlah uang, namun sindikat skimming jaringan Internasional ini telah berhasil menarik uang nasabah yang datanya sudah dibobol di Tanjung Morawa, Medan.

5 orang yang merupakan para eksekutor itu dalam menjalankan aksi berbagi tugas. Mereka mendatangi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI. Selanjutnya dua orang diantara mereka memasang kamera kecil pengintai di bagian nasabah mencatat nomor pin mereka.

Selain itu, sindikat yang cara ketjanya tergolong rapi dan cukup canggih itu memasang alat penyadap di mulut tempat memasukan kartu ATM. Hal itu dilakukan untuk mencatat data nasabah yang langsung masuk dan terhubung ke database yang berpusat di Malaysia.

Adapun untuk menarik uang nasabah mereka menggunakan sebuah kartu atm yang sudah dikloning berdasarkan data yang sudah di sadap. Sementara untuk menghapus jejak, mereka membuat dan merakit sebuah panel yang mirip desain mesin ATM yang serupa dengan milik BNI.

Saat ini kelima eksekutor itu telah berhasil diamankan polisi bersama barang bukti antara lain, 6 kamera pengintai yang dilengkapi kartu memori, 6 unit mulut ATM yang terpasang dua chip, 1 unit laptop merek HP, 1 modem portabel, 1 unit wireless, seloptip, perekat, 2 unit cat pilox, serta sejumlah kartu atm, papar Imran menjelaskan. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here