BUKITTINGGI – Operasi Patuh Singgalang 2025 yang berlangsung selama 14 hari resmi berakhir pada Minggu (27/7). Meski menunjukkan tren positif dalam penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, operasi ini meninggalkan catatan penting, angka kecelakaan justru mengalami peningkatan.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fathurrachman, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin pagi (28/7), menyampaikan bahwa operasi yang dimulai pertengahan Juli lalu bertujuan menekan pelanggaran risiko tinggi yang berpotensi memicu kecelakaan fatal di jalan raya.
“Selama pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025, tercatat 510 pelanggaran lalu lintas. Angka ini menunjukkan kenaikan, sekitar
110.75 persen, sedangkan teguran 504 menjadi 158 turun sekitar 68.66 persen. Ini menjadi catatan, pentingnya kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Dari total pelanggaran, pengendara sepeda motor masih menjadi pelaku terbanyak. Tidak mengenakan helm berstandar SNI tercatat sebagai pelanggaran paling umum. Jenis pelanggaran lain meliputi melawan arus, berkendara di bawah umur, serta mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Pengemudi kendaraan roda empat juga tercatat melakukan sejumlah pelanggaran, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman dan bermain ponsel saat berkendara, yang masih sering ditemukan di beberapa ruas jalan utama kota.
Meskipun pelanggaran menurun, Polresta Bukittinggi juga mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas selama operasi dua pekan terakhir.
“Kecelakaan lalu lintas, 5 kasus sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada korban meninggal dunia, luka berat nihil dan luka ringan 12 di tahun 2024 sedangkan tahun ini tercatat 10 turun 16.67 persen, kerugian materil diperkiran Rp.9.500.000 tahun 2024 dan Rp.32.500.000 naik 242.11 persen,” jelasnya.
Menurut AKP Irsyad, faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Mulai dari melanggar batas kecepatan, tidak menjaga jarak aman, hingga berpindah jalur tanpa isyarat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Operasi boleh selesai, tapi budaya tertib di jalan harus terus ditanamkan. Jangan jadikan keselamatan sebagai pilihan, tapi sebagai kebiasaan,” tegasnya.
Kampanye Keselamatan Dilanjutkan
Sebagai tindak lanjut dari operasi ini, Satlantas Polresta Bukittinggi akan terus menggencarkan edukasi dan kampanye keselamatan, termasuk pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan, dimulai dari diri sendiri. Untuk keluarga, dan untuk semua pengguna jalan lainnya,” tutup AKP Irsyad. (Aa)

















