BUKITTINGGI — Wali Kota Bukittinggi bersama sejumlah kepala SKPD serta konseptor 100 Tahun Jam Gadang, Arif Malin Mudo, menyambangi pimpinan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Detak sejarah menuju satu abad Jam Gadang kian dipercepat. Misi besarnya satu yakni, membawa perayaan bersejarah itu bergema hingga panggung nasional dan internasional.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memastikan peringatan seabad ikon kota tidak sekadar meriah, tetapi juga berdampak luas.
Dukungan InJourney dinilai krusial, mengingat kekuatan promosi yang dimiliki BUMN pariwisata itu, terutama jejaring di delapan bandara tersibuk Indonesia.
“Kita mengetahui InJourney punya daya ungkit besar dalam mempromosikan berbagai event. Harapannya, peringatan 100 Tahun Jam Gadang bisa dipromosikan secara masif,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Menurut Ramlan, promosi terpadu melalui aset media InJourney mulai dari bandara hingga kanal mitra, akan memperluas jangkauan informasi rangkaian acara.
Targetnya jelas yakni, semakin banyak wisatawan mengenal, datang, dan terlibat dalam perayaan Kota Perjuangan.
Dari pihak InJourney, sambutan positif pun mengemuka. Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Holding, Yudis Setiawan, menyatakan bahwa event 100 Tahun Jam Gadang sejalan dengan misi InJourney memajukan pariwisata Indonesia.
“Kegiatan Pemko Bukittinggi ini kami sambut baik. InJourney selalu membuka ruang kolaborasi untuk memajukan pariwisata nasional. Kami akan mempelajari lebih lanjut peluang kerja sama dan bentuk dukungan yang bisa diberikan,” katanya.
Yudis menambahkan, dukungan promosi di bandara-bandara sangat mungkin direalisasikan. Sementara opsi lain seperti videotron di berbagai titik strategis dan publikasi melalui majalah maskapai akan dibahas bersama mitra terkait.
“Untuk promosi di bandara, akan kami bantu. Kerja sama lainnya juga akan kami kaji lebih lanjut,” ujarnya.
Langkah proaktif Pemko Bukittinggi ini ditujukan untuk “menduniakan” perayaan seabad Jam Gadang, menegaskan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan Indonesia.
Jam Gadang pun kembali diteguhkan sebagai saksi bisu denyut sejarah, ketika detak jantung ibu kota republik pernah berdetak dari Ranah Minang. (**)



















