Sumbartime – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengajak Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan Sabo Dam di Gunung Marapi, Sumatera Barat. Sabo Dam merupakan infrastruktur penting yang bertujuan mengurangi risiko banjir lahar akibat aktivitas gunung berapi di Indonesia.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah menegaskan perlunya 56 Sabo Dam untuk mengurangi dampak banjir lahar dingin dan material dari Gunung Marapi selama kunjungannya ke Sumatera Barat. Basuki juga menyatakan bahwa kebutuhan Sabo Dam kini meluas ke Sumatera Barat, tidak hanya terbatas pada Gunung Semeru dan Gunung Merapi di Pulau Jawa.
Dalam pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA, Kawamura Kenichi, di acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Basuki mengusulkan bantuan JICA dalam pembangunan Sabo Dam di Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa dukungan ini sangat penting mengingat perintah langsung dari Presiden Jokowi. Tahun ini, setidaknya enam Sabo Dam akan dibangun di titik-titik rawan bencana di sekitar Gunung Marapi.
“Kebutuhan sabo Dam sekarang tidak hanya di Gunung Semeru atau Gunung Merapi di Pulau Jawa, tetapi juga gunung di Sumatera Barat. Karena itu, saya usul kepada JICA untuk membantu kerjasama pembangunan Sabo Dam di Sumatera Barat,” ujarnya saat pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi di sela-sela acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Rabu (22/5/2024), dikutip dari laman Kementerian PUPR.
“Keberadaan Sabo Dam di Indonesia saat ini sudah sangat krusial. Saya berharap kerja sama teknologi Sabo Dam dengan JICA termasuk juga untuk Sumatera Barat,” katanya.
JICA telah lama berkolaborasi dengan Indonesia dalam teknologi Sabo Dam, dengan lebih dari 300 pakar teknologi Sabo dari Jepang telah dikirim ke Indonesia sejak tahun 1970. Sebagai balasan, Indonesia juga telah mengirimkan lebih dari 100 insinyur ke Jepang untuk mempelajari teknologi ini. Hasil pertemuan di Bali akan ditindaklanjuti oleh JICA bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, termasuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk penguatan Sabo Technical Center.(R)

















