Sumbartime.com,- Dalam berapa hari belakangan tampak begitu ramai Antrean pembeli gas LPG 3 kilogram di berbagai wilayah di Sumatra barat.
Dalam pantauan Sumbar time tampak warga Tidak hanya membawa tabung gas, warga juga membawa kartu keluarga yang menjadi syarat dalam pembelian gas pada operasi pasar yang dilaksanan salah satu pangkalan gas di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Guguakpanjang, Kota Bukittinggi, Jumat (16/6).
Sementara itu Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, meminta Pertamina dan Pemerintah Daerah (Pemda) mengurai permasalahan kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kilogram.
Andre Rosiade sudah meminta Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, dan Sales Area Manager (SAM) Sumbar PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulis Fazri untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna mengantisipasi adanya kecurangan dan pidana lain. Sebagai anggota DPR RI, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu sudah mencoba memfasilitasi dan berkomunikasi dengan Pertamina.
“Alhamdulillah, Pertamina sudah seminggu ini melakukan operasi pasar besar-besaran. Hari ini juga contoh, Padang Panjang dari 2 ribu tabung per hari ditingkatkan 3 ribu tabung. Bukittinggi dari 2.900 tabung per hari menjadi 5.600 tabung per hari,” kata Andre.
Seharusnya, kata Andre, persoalan kelangkaan gas LPG 3 kilogram bisa memenuhi permintaan pasar yang ada di Sumbar.
“Kalau masih kurang, berarti diduga adanya penyelewengan, ini perlu diproses secara hukum. Saya minta kepada APH, Pemkab, dan Pemko juga Pertamina di Sumbar untuk aktif menyelesaikan permasalahan ini,” katanya. “Ini yang harus diteliti, karena informasi yang kami dapatkan dari Pertamina, mereka sudah menaikkan kuota, seharusnya tidak ada kelangkaan, namun faktanya masih terjadi,” katanya.
dengan operasi pasar yang dilaksanakan Pertamina ini ternyata belum bisa menyelesaikan permasalahan kelangkaan gas LPG 3 kilogram.
“Ternyata masyarakat masih mengeluhkan kelangkaan, mereka ke pangkalan sering kosong, ke pengecer harganya Rp30-35, padahal harganya hanya Rp17 ribu, ini yang kami urai,” katanya. Sementara itu, SAM Sumbar PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, mengatakan bahwa penyaluran gas LPG ke Sumbar sudah melebihi 100 persen kuota yang ditetapkan.
Sementara itu Narotama mengatakan bahwa pihaknya harus melakukan koordinasi agar penyaluran LPG subsidi ini tepat sasaran, padahal tidak ada pengurangan kuota.
“Ada beberapa kabupaten dan kota yang langka, seperti Payakumbuh, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Agam, Bukittinggi, dan Padang Panjang, itu sudah dilakukan operasi pasar sampai kondisi itu normal,” katanya. Narotama tidak menampik bahwa permasalahan yang terjadi karena diduga kuat terjadi penyumbatan di arus bawah. “Kemungkinan ada penyumbatan di arus bawah.

















