Tanjungpinang – Warganet terus memperbincangkan tentang “Stasiun Lambuang” sebuah inisiatif terobosan yang menjadi tren topik di Bukittinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menuju perubahan wajah baru kota wisata yang semakin berkembang.
Setidaknya begitu dapat ditarik kesimpulan dari diskusi Ketua Yayasan Bergerak Kita Peduli (Y-BKP) Kota Tanjungpinang Amir Hamzah, bersama Oktavia. Jr St. Mangkuto mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Petantau Minang Kepri (PPMK) Kota Tanjungpinang di Hotel Aston usai Berbuka Bersama, Minggu (31/3/2024).
Amir Hamzah dan Oktavia.Jr St. Mangkuto (mereka,red) putra asli Bukittinggi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif ini.
Menurut Amir Hamzah, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah kota, khususnya di bawah kepemimpinan Erman Safar, dalam membantu masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro kecil (UMKM).
“Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi Bukittinggi menuju kota kosmopolitan di Nagari Kurai,” ujar Bang Amir, sapaan akrabnya.
Stasiun Lambuang, dengan kapasitasnya yang mampu menampung 116 pedagang, tidak hanya menjadi simbol perubahan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan penduduk kota.
Rencananya, stasiun ini akan beroperasi 24 jam, memberikan peluang baru bagi para pelaku UMKM yang sebelumnya terbatas pada berjualan di sekitar jalan raya hanya pada malam hari.
Sementara, Oktavia.Jr St Mangkuto pun berkomentar, dengan menghadirkan tata cara dan aturan berjualan yang jelas, PKL menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Langkah revolusioner ini tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga memberikan harapan baru bagi perkembangan kota wisata Bukittinggi ke depannya,” kata Bang Oktav juga sapaan akrabnya. (Alex)





















