BUKITTINGGI – Tak sekadar menyampaikan simpati dari kejauhan, Ikatan Alumni SMAN 1 Landbouw Kota Bukittinggi angkatan 1993 menunjukkan kepedulian nyata.
Mereka menghimpun donasi dan turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Kampuang Aia Batumbuak, Jorong Solok, Nagari Tambangan, Kabupaten Tanah Datar.
Langkah kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas tak pernah lekang oleh waktu. Meski telah meninggalkan bangku putih abu-abu selama 33 tahun, silaturahmi alumni ini tetap terjaga erat dan kini bermakna bagi sesama yang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, keluarga besar Iasma 1 Landbouw angkatan 1993 masih eksis. Salah satu wujud kebersamaan kami adalah menyalurkan donasi langsung kepada warga terdampak bencana di Kampuang Aia Batumbuak,” ujar Ketua Iasma 1 Landbouw angkatan 1993, H. Zulhamdi Nova Candra IB Amd Pangulu Alam.
Bantuan yang diserahkan meliputi perlengkapan salat, Alquran, sembako, tikar, mie instan, serta makanan anak-anak. Seluruhnya merupakan hasil donasi para alumni, baik yang berada di Bukittinggi maupun di perantauan.
Sebanyak 15 anggota rombongan berangkat menggunakan tiga mobil. Selain menyerahkan bantuan, mereka juga meninjau langsung kondisi lapangan dan melaksanakan salat Dzuhur berjamaah bersama warga setempat.
“Kondisi daerah memang belum sepenuhnya pulih, namun aktivitas warga perlahan mulai berjalan pasca banjir setinggi sekitar 1,5 meter yang melanda kampung ini,” lanjut Zulhamdi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi.
Banjir bandang tersebut menggenangi rumah dan persawahan warga, merusak jembatan penghubung, serta melumpuhkan sarana air bersih. Meski begitu, semangat masyarakat untuk bangkit kembali terlihat kuat.
Pihak Iasma berharap, proses pemulihan dapat segera berlangsung sehingga roda kehidupan masyarakat kembali normal.
“Duka yang dialami saudara-saudara kami di Kampuang Aia Batumbuak adalah duka kami juga. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk ikut meringankan beban mereka,” tutup Zulhamdi.
Sementara itu, Walijorong Solok, Andi, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.
“Banjir datang jelang tengah malam. Syukurnya warga lebih dulu menyelamatkan diri ke perladangan setelah mendengar suara gemuruh dari arah hulu,” ungkapnya.
Atas nama masyarakat Jorong Solok, Andi menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Iasma 1 Landbouw.
“Bantuan ini sangat berarti dan benar-benar dibutuhkan warga kami,” katanya.
Aksi sosial Iasma 1 Landbouw angkatan 1993 ini menjadi teladan bahwa ikatan alumni bukan sekadar nostalgia masa sekolah, tetapi juga kekuatan sosial yang hadir saat sesama membutuhkan.
Solidaritas yang tumbuh dari persahabatan lama, kini menjelma menjadi harapan baru bagi mereka yang tertimpa bencana. **





















