Kurang Ajar, Dua Staf TU UIR Pekanbaru Diduga Hohohihi Bocah SD Hingga Hamil 7 Bulan

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) asal Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Melati (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 14 tahun harus berhenti sekolah akibat hamil 7 bulan akibat diduga diperkosa dan sering dihohohihi alias disetubuhi oleh Kabag TU FKIP Universitas Islam Riau inisial RP (50) dan seorang stafnya berinisial US (60).

Menurut Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini, orang tua korban telah melaporkannya ke Polresta Pekanbaru, dan polisi sedang memproses dan mendalami kasus bejat tersebut, paparnya kepada awak media.

Iklan

Diceritakan, orang tua Melati, Nur awalnya tidak mengetahui kalau anaknya sudah hamil 7 bulan. Justru dirinya mengetahui prihal kehamilan anaknya berawal dari kecurigaan tetangganya sendiri. Saat itu tetangganya sering melihat Melati sering mual mual, terutama setelah makan. Tetangganya juga heran melihat perut Melati makin hari makin membesar.

Ketika ditanya kepada Melati kenapa sering mual, alasannya hanya masuk angin dan selanjutnya bungkam. Namun setelah dibawa ke puskesmas dan diperiksa, bar Nur kaget jika anaknya dinyatakan hamil 5 bulan.

Akan tetapi walau sudah ketahuan hamil saat ditanyai Melati masih saja bungkam siapa orang yang telah menghamili dirinya tersebut.

Tak putus asa dan ingin mengetahui siapa yang telah mengahmili anaknya yang masih bocah tersebut,Nur mendatangi LBP2AR dan mengadukan kejadian miris yang menimpa anaknya. Dengan bujukan Rosmaini Melatipun dibujuk untuk berterus terang.

Melalui bujukan, akhirnya Melati mengaku jika yang sering meniduri dirinya adalah US dan RP, dua orang staf TU FKIP Universitas islam Riau (UIR). Menurut pengakuan Melati kejadiannya terjadi sejak awal 2018 lalu. US adalah orang yang pertama kali meniduri Melati. Us sering memberikan uang jajan kepada Melati. Diketahui US juga merupakan kerabat dari Melati sendiri.

Dengan modus mengajak jalan jalan, Melati dirayu agar mau hohohihi dengan US. Awalnya Melati sempat menolak, namun karena dipaksa akhirnya korban pasrah saat mahkotanya direnggut paksa oleh pelaku.

Tidak hanya sekali, namun karena ketagihan, pelaku berkali kali melakukan perbuatan cabul terhadap korban. Salah satu lokasi pencabulan yang dilakukan US terhadap Melati di dalam kamar hotel.

Kurang ajarnya, setelah puas meniduri Melati, Us malah menawarkan tubuh Melati kepada atasannya Kabag TU FKIP UIR, inisial RP. Selanjutnya Melati pun bak seperti piala bergilir, RP pun ikut serta menikmati tubuh Melati, hingga menyebabkan siswi kelas 6 SD tersebut hamil 7 bulan.

Mendengar kisah miris korban, akhirnya pihak LBP2AR melayangkan laporan ke Polresta Pekanbaru atas dugaan pencabulan anak bawah umur masing masing atas nama terlapor US dan RP pada 13 Juli 2018 dan 7 Agustus 2018 silam.

Sementara, dikutip dari Merdeka.com, Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata, mengakui jika ibu korban telah melaporkan perbuatan pencabulan terhadap anaknya. dan kasus tersebut tengah diselidiki aparat. (kr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here