BUKITTINGGI – Dengan dilaksanakannya Pemilu dan Pilkada di tahun yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi mengharapkan jumlah pemilih pada Pilkada nanti tidak mengalami penurunan, bahkan diharapkan meningkat.
Pemilu yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 lalu mencatat bahwa banyak pemilih pemula yang belum masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) karena masih berusia di bawah 17 tahun pada tanggal tersebut.
Namun, pada Pilkada yang akan digelar pada 27 November 2024, pemilih pemula tersebut sudah memenuhi syarat usia dan diharapkan dapat menambah jumlah partisipasi pemilih.
Menurut Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Bukittinggi, Muhammad Fauzan Harza, SS. M. Hum, pada Pemilu 14 Februari lalu, jumlah pemilih di Kota Bukittinggi tercatat sebanyak 95.068 pemilih.
Jumlah partisipasi ini diharapkan dapat semakin meningkat pada Pilkada nanti, terutama dengan adanya pemilih pemula yang baru mendapatkan KTP atau berusia 17 tahun saat pendataan oleh pantarlih.
“KPU Bukittinggi terus melakukan sosialisasi untuk memastikan partisipasi masyarakat tetap tinggi dan proses demokrasi berjalan lancar,” ujar Fauzan, di sela kegiatannya pada kamis, (23/5/2024) di salah satu hotel berbintang di Kota Bukittinggi.
Fauzan juga menambahkan bahwa pada Pemilu 2019, yang memiliki rentang waktu cukup lama antara pemilu dan pilkada, sekitar satu tahun, terjadi penurunan jumlah pemilih di Bukittinggi.
“Namun, karena pelaksanaan Pemilu dan Pilkada dilaksanakan di tahun yang sama kali ini yaitu tahun 2024, kami mengharapkan tidak terjadi penurunan jumlah pemilih,” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya sosialisasi yang terus digencarkan, KPU Bukittinggi optimis bahwa partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 akan meningkat, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan sukses dan partisipatif.
(Pewarta: Alex)


















