Klarifikasi PLN dan PUPR, Tiang Listrik Condong Akibat Puting Beliung, Bukan Saluran Irigasi

Sumbartime.com — Terkait pemberitaan di media daring netralnews.net yang berisi pernyataan tendensius dari Pihak PLN kepada Dinas PUPR Kota Payakumbuh yang mengatakan condongnya sejumlah tiang listrik di Jalan Gajang Mada atau Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Kotobaru, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh akibat galian saluran irigasi, pihak PLN dan PUPR memberikan klarifikasi kalau berita itu tidak benar.

Manejer PLN Area Wilayah Limapuluh Kota Payakumbuh, dan Tanah Datar bersama jajarannya datang berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Muslim di kantor PUPR Kota Payakumbuh, Jum’at (6/9).

Iklan

Disana Yudi, bagian Bidang K3L PLN yang menerangkan dirinya pada Selasa (6/8) malam pasca bencana, turun ke lapangan bersama tim mendapat laporan adanya tiang listrik yang condong.

“Untuk pengawasan, tim teknis turun ke lapangan. Ditunjuk untuk memastikan keselamatan kerja di lapangan,” katanya.

Disana ada warga ramai melihat kondisi jaringan pasca bencana, ada yang menanyakan bagaimana tindak lanjut dari PLN, tentu saja setelah melakukan koordinasi, pihak PLN sedang melakukan penghandle.an dimana listrik padam sebentar, namun pada pukul 20.20 WIB sudah bisa hidup kembali dengan memakai jalur lain sementara, dan kita menjelaskan kepada warga kalau listrik akan berfungsi kembali dan bersabar.

“Pada pagi ini, kita sudah pastikan listrik kembali hidup melalui jalur semula setelah tiang yang condong diluruskan kembali dan kerusakan yang terjadi juga sudah diperbaiki,” katanya.

Edi Saputra Maneger PLN menyebutkan dalam kondisi pasca bencana kemaren, pihak PLN tidak pernah mengeluarkan statement seperti yang diberitakan, selaku instansi vertikal, mereka memiliki bagian humas khusus di kantor wilayah Padang untuk menjawab keterangan yang ditanyakan oleh media.

“Diberita tidak disebutkan kalau condingnya tiang listrik disebabkan adanya akibat puting beliungnya. Kalau penyebab condongnya tiang listrik akibat galian irigasi, itu tidak benar, karena tiang listrik itu di tanam sudah menurut prosedur dengan dalam lubang tiang 1/6 dari panjang tiang, untuk tiang dari tanah keatas panjangnya 12 meter. Setiap pekerjaan, ada analisa resiko, kita sudah siap dengan itu, kita tentu berkoordinasi dahulu dengan dinas terkait,” kata Edi menambahkan.

Kadis PUPR Muslim mengatakan hasil dari pembicaraan bersama pihak PLN ini seperti akan dilaksanakannya perbaikan pengamanan tiang listrik secara permanen, dengan memindahkan beberapa tiang di area drainase itu ke sisi jalan raya.

“Irigasi itu sepanjang 200 meter, ada 11 tiang yang beresiko condong nanti disekitar situ agar bisa dipindahkan ke sisi tepi jalan,” kata Muslim

“Dari analisa kejadian, tidak layak dibilang tiang listrik hampir tumbang akibat galian, karena sebelumnya galian irigasi itu sejak zaman Belanda. Pihak PUPR melaksanakan pembersihan saluran irigasi dari sedimen agar air mengalir lancar ke sawah warga, kebetulan tiang listrik disana codongnya bertepatan dengan adanya bencana angin puting beliung,” kata Muslim (rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here