Ibu dan Anak Penyedia Layanan Hohohihi di Kota Padang Ditangkap Polda Sumbar

ibu dan anak tersangka penyedia layanan seks komersil

SUMBARTIME.COM-Luar biasa bisnis yang dijalani oleh dua orang ibu dan anak ini. Masing masing H (54) dan anaknya berinisial D (30) sejak 5 bulan belakangan ini telah menjalankan bisnis layanan hohohihi alias prostitusi berkedok lokasi kos kos san di wilayah Jalan Adinegoro Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang.

Bisnis esek esek penyedia layanan wanita bagi pria hidung belang di dalam rumah kos kosan yang mereka lakukan itu akhirnya terbongkar saat Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap mereka berdua, Jumat (10/1).

Iklan

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut, kepada awak media menjelaskan pihaknya berhasil mengungkap kasus bisnis prostitusi berkedok lokasi kos kosan, di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya Kota Padang.

Dalam pengungkapan kasus tersebut ada dua orang ibu dan anak yang ditangkap dan diamankan. Sang Ibu berinisial H yang bertugas sebagai mami atau germo. Sementara inisial D bertugas mencari wanita yang bisa dijadikan pelayan hohohihi alias esek esek terhadap pria hidung belang.

Selain menangkap dua orang tersebut, polisi juga mengamankan tiga orang wanita yang diduga sebagai cewek penghibur. Mirisnya diantara ketiga wanita itu satu diantaranya masih dibawah umur, papar Imam menjelaskan.

Selain mengamankan para wanita yang diduga korban perdagangan manusia, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pil KB, pakaian dalam serta uang tunai senilai Rp 219 Ribu.

Adapun wanita yang menjadi korban perdagangan prostitusi itu di jual oleh kedua tersangka kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 300 Ribu sekali kencan.

Dalam praktek sehari hari, para wanita penghibur itu tinggal di rumah kontarakan milik para tersangka. Saat terjadi transaksi sebelum kencan, para pria penikmat jasa layanan prostitusi membayar kepada D dengan nominal yang telah ditentukan. Selanjutnya D menyetorkan “uang lendir” tersebut kepada H.

Agar warga sekitar tidak curiga terhadap aktivitas layanan hohohihi yang mereka sediakan, para tersangka menutupi dengan membuka usaha kos kosan dan menjual makanan di lokasi. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here