AGAM – Kalimatnya singkat, tapi maknanya menghentak. Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, membuat pernyataan bernas lewat akun resminya, Sabtu (28/2/2026), usai menggelar silaturahmi dan diskusi pasca Tarawih.
“Silaturahmi sekaligus diskusi serius pasca Tarawih bersama Bapak Bupati Agam dan jajaran stakeholder terkait,” tulisnya.
Di balik suasana religius Ramadhan, terselip agenda strategis yaitu, memperjuangkan perbaikan Irigasi Sirangkak Gadang yang disebut sebagai “jantung” pertanian Ampek Angkek Canduang.
Bagi masyarakat Bukik Batabuah dan sekitarnya, irigasi bukan sekadar aliran air.
Hal itu, adalah denyut kehidupan sawah-sawah produktif yang selama ini menopang ekonomi petani. Ketika alirannya tersendat, dampaknya terasa hingga ke dapur rumah tangga.
Firdaus tak bergerak sendiri. Ia membangun kolaborasi lintas level pemerintahan.
Dukungan disebut datang dari Asril (DPRD Provinsi) dan Cindy Monica (DPR RI).
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Agam agar perbaikan irigasi segera terealisasi.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat komunikasi, sekaligus memastikan aspirasi petani tidak berhenti di wacana.
“Pertanian maju, Nagari sejahtera!” menjadi penegasan optimisme. Sebuah slogan yang bukan sekadar kata-kata, tetapi harapan besar bagi ribuan petani di kawasan Ampek Angkek Canduang.
Kini, masyarakat menanti. Apakah diskusi malam Ramadhan itu akan bermuara pada alat berat dan pembangunan fisik di Sirangkak Gadang?
Jika ya, maka silaturahmi kali ini bukan hanya mempererat ukhuwah, tapi juga mengalirkan harapan baru bagi ladang-ladang di kaki gunung merapi. (Alex.jr)





















