BUKITTINGGI – Di tengah padatnya agenda bersama tim Kementerian Keuangan, Direktur Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, Dr. Busril, tetap menyempatkan diri untuk menyambut hangat kedatangan Sekretaris Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Bukittinggi, Alex Jr. Senyum ramah yang melekat di wajahnya seolah mencairkan kesan formal birokrasi rumah sakit.
“Mari, kita berkeliling,” ujarnya bersahaja, sembari mengajak menyusuri lorong demi lorong rumah sakit yang berdiri megah di atas lahan seluas 5,2 hektare itu.
Suasana RSAM menghadirkan pemandangan yang jarang tertangkap kamera. Para dokter, perawat, hingga staf menyambut setiap pasien dan pengunjung dengan keramahan tulus. Mereka tidak sekadar menjalankan tugas medis, melainkan juga menebarkan energi positif yang menjadi bagian dari terapi itu sendiri.
Fasilitas Modern, Sentuhan Humanis
Langkah berlanjut ke Gedung Ambun Suri, tempat berdirinya fasilitas radioterapi terbaru, satu dari hanya dua di Sumatera Barat, bersanding dengan RS Universitas Andalas, Padang.
“Ruangan ini yang terbaru. Kata orang Bapeten, pembangunan radioterapi di sini adalah yang terbaik di Indonesia, hasil bantuan Kementerian tahun 2023,” ungkap Busril dengan mata berbinar.
Di sisi lain, ia juga memperlihatkan CT Simulator, fasilitas penting dalam tindakan awal medis bagi pasien kanker. Semua ruangan tampak rapi, bersih, dan berstandar tinggi. Namun yang menarik, perhatian Busril tidak hanya pada kecanggihan alat, tetapi juga pada detail kecil, bahkan sebuah meja kerja yang lecet pun tak luput dari tegurannya.
“Disiplin itu harga mati. Profesionalisme dan keramahan penting, tapi kerapian juga bagian dari pelayanan,” tegasnya.
Kunjungan berlanjut ke ruang Hemodialisa. Suasana terasa hangat ketika seorang staf menyapa lembut, “Selamat siang, Bapak!” Sekitar 24 pasien, mayoritas lanjut usia, sedang menjalani perawatan dengan wajah penuh semangat.
Bukan tanpa sebab, seluruh ruangan dihiasi merah putih, nuansa khas kemerdekaan RI.
“Ada 32 ruangan yang kami hiasi. Tujuannya agar pasien termotivasi, tetap bersemangat meski sedang berjuang melawan penyakit,” jelas Busril.
Momen kebersamaan pun terjadi ketika staf dan pegawai meminta berfoto bersama sang direktur. Sebuah adegan sederhana, namun sarat makna tentang kekompakan dan optimisme.
Beberapa waktu lalu, RSAM Bukittinggi resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe A dengan standar internasional. Status ini bukan sekadar prestise, melainkan juga amanah besar untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya.
Menutup perbincangan, Dr. Busril menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna.
“Kami selalu terbuka untuk kritik dan saran. Sebab, itu adalah kata kunci sebuah keberhasilan.”




















