BUKITTIGGI – Rabu (15/5/2024) Kota Bukittinggi sebagai enklave Kabupaten Agam, kota dengan pusat perekonomian di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini mengalami penurunan nilai ekonomi.
Pasalnya, dibeberapa wilayah di sumbar terdampak bencana Galodo banjir lahar dingin dan longsor, pada Sabtu (11/5) lalu, semua itu diyakini mengalami kerusakan infrastruktur jalan.
Secara Geografis kota Bukittinggi berada di ke Ketinggian 950 mpdl (3,120 ft) dan Ketinggian terendah 780 mpdl (2,560 ft) semua akses menuju ke kota tersebut mengalami dampak bencana.
Seperti, akses jalan Padang – Bukittinggi, Kelok 9 di limo puluh kota jalur Riau – Sumbar, Malalak Agam jalur Pariaman – Bukittinggi, terakhir sore (13/5) juga terjadi longsor di jorong Sitingkai Kamang magek, dan menghambat jalur Bukittinggi – Madan.
Kepada media, Kasman (50) sopir Tranex jurusan Padang – Bukittinggi yang sedang menunggu penumpang di kawasan Aur Kuning terminal bus terbesar di pulau Sumatera mengatakan, sangat terasa sekali dampak bencana di semua aspek.
“Semoga pihak terkait cepat menyelesaikan infrastruktur yang rusak,” sebutnya lirih yang menunggu penumpang dari subuh hingga petang hanya ada 3 orang.
Sementara, hal yang sama diungkapkan Ibuk Yesi (35) salah satu pedagang keripik Sanjai 212 di kawasan pasar atas pusat kota Bukittinggi. Dibalik musibah ini tentu ada rencana sang pencinta.
“Dalam kondisi apapun rasa syukur tidak boleh lepas, Alhamdulillah, tapi atas segala musibah, tentu semua kembali kepada Allah,” ujar pedagang keripik Sanjai Esi 212 itu. (Alex)





















