Bukittinggi – Bursa bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi semakin ramai dan menarik perhatian masyarakat. Meskipun saat ini masih dalam tahap konsolidasi politik, para kandidat sudah mulai menunjukkan keseriusan mereka untuk bertarung dalam Pilkada mendatang.
Di antara deretan Balon, kehadiran penumpang mobil dinas dengan nomor polisi BA 2 L menjadi sorotan utama warga Bukittinggi. Sosok yang mencuri perhatian tersebut adalah satu-satunya perempuan yang memantapkan diri calon wawako, yaitu Kompol (Purn) Hj. Rita Suryanti, SH.
Selain Hj. Rita, bakal calon juga diisi oleh berbagai kalangan pria yang mewakili seluruh segmen masyarakat. Menunjukkan keseriusannya.
Suara Masyarakat
“Peluang Hj. Rita tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 Perwakilan perempuan di DPRD Kota Bukittinggi berjumlah 2 orang, dan tahun 2024 Pemilu kemaren melonjak menjadi 8 kursi di parlemen,” kata Emi salah seorang ibuk ibuk yang asyik bercerita politik bersama rekan-rekan nya di RT.2 RW.01 keluhuran Campago ipuh kota Bukittinggi, Jum’at (31/5).
Hal ini menunjukkan bahwa Hj.Rita memiliki basis pendukung yang kuat. “Mencoba ukir sejarah dimana ada kaum hawa yang menjadi Wakil Wali Kota di tanah kelahiran Bung Hatta ini,” kata mereka sembari terus bercerita bersama.
Di sisi lain, dikawasan pusat keramaian pasar atas, pada Sabtu (1/6) siang, para sekelompok ibuk ibuk pedagang juga membicarakan nama Hj. Rita.
“Hj. Rita dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang sebelumnya berkarier di kepolisian sebelum beralih ke dunia politik,” kata ibuk Ris salah satu pedagang kawasan setempat menambahkan.
Dari semua cerita yang santer terdengar yakni “Emansipasi Wanita”. Setidaknya begitu dapat ditarik kesimpulan dari ocehan para kaum hawa kota jam gadang tersebut.
Di sisi lain, Hj. Efni, Spd, selaku ketua Bundo Kanduang kota Bukittinggi, menyampaikan apresiasinya terhadap perempuan yang maju di Pilkada 2024 mendatang.
“Pada prinsipnya, selaku Bundo Kanduang sangat mendukung siapa pun yang ingin maju dalam Pilkada ini, karena semuanya adalah orang-orang terbaik di kota Bukittinggi,” kata Bundo Upik, sapaan akrabnya.
Menurutnya, meskipun yang akan menjadi nomor 1 atau imam tetaplah laki-laki, tidak menutup kemungkinan pendampingnya berasal dari Bundo Kanduang. “Kalau Allah izinkan, tidak ada yang tak mungkin. Kun fayakun,” tutupnya.
“Saya berangkat dari keresahan melihat potensi Kota Bukittinggi yang seharusnya bisa lebih baik lagi. Kemudian muncul pula dorongan dari teman-teman dan berbagai kalangan, termasuk kaum perempuan ‘Bundo Kanduang’, agar ada yang bisa mewakili untuk mengeksekusi harapan itu,” ungkap Hj. Rita saat menjawab pertanyaan tentang motivasinya maju sebagai calon Wakil Wali Kota Bukittinggi, Sabtu (1/6) siang.
Bursa Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi memang semakin menarik untuk diikuti, dengan semakin banyaknya pilihan yang beragam dan representatif dari berbagai kalangan masyarakat. (alex)



















