BUKITTINGGI – Menjelang akhir tahun 2025 yang kerap ditandai dengan meningkatnya curah hujan dan potensi bencana alam, Polresta Bukittinggi menggelar apel gabungan lintas instansi di halaman Mapolresta Bukittinggi, Rabu pagi (5/11/2025).
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur penting seperti Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi. Seluruh peserta apel hadir dengan kesiapan peralatan dan sistem komunikasi yang telah disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat.
Secara geografis, Kota Bukittinggi terletak di dataran tinggi di antara Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, pada ketinggian sekitar 909–941 meter di atas permukaan laut. Kota berhawa sejuk ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, namun juga memiliki potensi kerawanan bencana karena kontur wilayahnya yang berbukit dan dikelilingi ngarai, terutama kawasan Ngarai Sianok.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., dalam amanatnya menegaskan bahwa apel gabungan ini merupakan wujud sinergitas dan kesiapsiagaan bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
“Apel gabungan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem komunikasi antarinstansi dalam menghadapi kondisi darurat bencana. Dengan koordinasi yang baik, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efisien,” ujar Kombes Rully.
Ia juga menambahkan bahwa hasil kajian peta rawan bencana yang telah dipelajari bersama BNPB menunjukkan adanya beberapa titik di wilayah Bukittinggi yang perlu diwaspadai, terutama di daerah lereng perbukitan dan kawasan padat permukiman.
“Kita tidak bisa menunggu bencana datang. Sejumlah titik rawan harus terus dipantau dan diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Polresta Bukittinggi telah menyiapkan posko utama kesiapsiagaan di Mako Polresta serta posko pendukung di berbagai instansi terkait. Selain itu, kegiatan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana juga akan terus digencarkan kepada masyarakat.
“Kita memastikan seluruh jalur koordinasi tetap aktif, termasuk kesiapan peralatan yang dibutuhkan. Ke depan, sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting agar kesiapsiagaan tidak hanya dimiliki petugas, tetapi juga tumbuh di tengah warga,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bukittinggi, Zulhendri, menegaskan pihaknya siap siaga 24 jam dengan dukungan peralatan dan personel yang telah disiapkan.
“BPBD memastikan kesiapan tim piket 24 jam, memperkuat koordinasi dengan BMKG, SKPD terkait, serta kelompok siaga bencana dan relawan di Kota Bukittinggi. Edukasi masyarakat juga terus dilakukan agar penanganan dan pencegahan bisa berjalan seiring,” jelasnya.
Melalui apel gabungan ini, diharapkan seluruh instansi di Kota Bukittinggi semakin solid dalam menghadapi potensi bencana di musim penghujan, serta mampu memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat. (Alex.jr)





















