Akibat Menolak Diajak Hubungan Intim Dengan ‘Cabe Diterongin’, Pria ini Menjadi Korban Pengeroyokan

gambar ilustrasi

Sumbartime-Seorang pria berinisial,Ys (35) harus bernasib sial. Dirinya menjadi korban pengeroyokan oleh 7 orang preman dan seorang cabe cabean diterongin alias waria, pada Jumat (20/10) dini hari, di kawasan Jalan Naga Sakti Simpang Stadion Utama, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, Riau.

Tidak hanya menderita sakit dibagian ulu hati akibat pukulan serta tendangan para preman tersebut, namun Ys harus kehilangan uang tunainya sebesar 2,7 Juta rupiah, akibat dirampas para begundal tersebut.

Iklan

Ys mengalami pengeroyokan tersebut akibat dirinya menolak ber ihik ihik ria alias hubungan badan lewat belakang dengan seorang waria yang sempat naik ke dalam mobilnya serta merayu dirinya.

Merasa tidak senang akhirnya Ys melaporkan perbuatan pengeroyokan dan perampasan tersebut kepada Polresta Pekanbaru, dengan nomor laporan LP//K/859/X/2017/Riau/SPKT Polresta.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan, kepada awak media membenarkan peristiwa laporan tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan korban, pada Jumat (20/10) dini hari tersebut, korban dengan menggunakan sebuah mobil, melintas di kawasan Jalan Naga Sakti Simpang Stadion Utama, Kecamatan Tampan.

Sesampai di TKP, tiba tiba, di pinggir jalan korban di stop oleh seorang waria. Mulanya korban menyangka Waria yang berdandan tersebut adalah wanita asli. Namun saat naik ke dalam mobil korban ternyata pelaku adalah waria.

Saat itulah, si waria tersebut, mengajak korban untuk melakukan hubungan badan. Namun merasa yang mengajaknya cabe cabean diterongin alias Waria, korban menolak. Tapi si waria malah meminta bayaran pengganti kepada korban. Lagi lagi korban menolak memberikan uang.

Akibatnya sang waria tersebut menjadi emosi dan memanggil 7 orang preman yang diduga teman dari si waria tersebut. Selanjutnya ketujuh pria tersebut melakukan pengeroyokan terhadap korban, bahkan uang korban yang berada di dalam sakunya diambil paksa oleh para pengeroyok tersebut, papar Iptu Polius menyebutkan. Ih jijaay dech. (kr)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here