Banjir bandang menerjang kawasan Perkantoran Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan terdampak dan satu warga dilaporkan hilang.
Kepala Puskesmas Talang Babunggo, Asmiyanti, mengatakan warga yang belum ditemukan diketahui bernama Agusra, berusia 59 tahun. Ia merupakan warga Kompleks Nuansa Griya Arosuka yang berada di sekitar kawasan terdampak banjir.
“Satu orang warga Kompleks Nuansa Griya Arosuka dilaporkan hilang atas nama Agusra (59),” ujar Kepala Puskesmas Talang Babunggo, Asmiyanti, di Solok, Selasa (22/9/2026).
Dari hasil pemantauan di lokasi, banjir membawa material berupa batu berukuran besar serta batang-batang kayu yang kemudian berserakan di belakang kawasan Perkantoran Bupati Solok. Lokasi tersebut berada di wilayah perbukitan yang letaknya tidak jauh dari kaki Gunung Talang.
Derasnya arus banjir juga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Kantor Dinas PUPR, beberapa warung, serta rumah warga menjadi bagian yang terdampak. Selain itu, satu unit alat berat dilaporkan tertimbun material longsor.
Sementara itu, warga lain yang berada di kawasan kompleks berhasil menyelamatkan diri. Mereka kemudian dipindahkan ke lokasi pengungsian untuk menghindari risiko banjir susulan maupun material longsor.
Kepala Bagian Operasi Polres Solok, AKP Indra Kusuma, mengatakan personel gabungan bersama berbagai unsur terkait telah dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan kondisi darurat di lokasi bencana.
Menurut Indra, sejumlah warga telah dipindahkan ke tempat yang dianggap lebih aman. Sebanyak delapan kepala keluarga dengan total 36 jiwa saat ini mengungsi di kediaman Wakil Bupati Solok.
“Saat ini, terdapat 8 Kepala Keluarga (KK) dengan total 36 jiwa yang diungsikan ke kediaman Wakil Bupati Solok,” jelas Indra dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa (22/9/2026).
Petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang sekaligus mendata dampak bencana. Hingga proses pendataan berlangsung, jumlah keseluruhan warga terdampak, nilai kerugian material, maupun kemungkinan adanya korban tambahan masih belum dapat dipastikan.*Rio*




















