KUALA PEMBUANG, Sumbartime.com — Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat berhasil mengevakuasi Sertu (anumerta) Heri Prasetyo, korban terakhir kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI AD di perairan Desa Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (6/11). Evakuasi dilakukan setelah tim membalikkan badan helikopter yang terendam di dasar perairan, melengkapi penemuan tiga prajurit yang gugur dalam insiden saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut.
Proses evakuasi jenazah Sertu Heri Prasetyo dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. Operasi ini turut didampingi oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, serta perwakilan BNPB Brigjen TNI Asep guna memastikan kelancaran pencarian di lokasi kejadian.
Kendala Teknis Evakuasi
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, menjelaskan bahwa tim penyelam menghadapi tantangan berat selama proses evakuasi. Kondisi perairan yang keruh, berlumpur, minim cahaya, serta arus yang kuat menjadi hambatan utama. Selain itu, terdapat tumpahan minyak di sekitar lokasi. Tim akhirnya menggunakan kapal tugboat untuk membalikkan badan helikopter agar korban dapat dijangkau.
Brigjen Donny Pramono menyatakan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Arus perairan yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur, minimnya pencahayaan, serta adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi menjadi kendala yang harus dihadapi tim penyelam. Namun, berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang ada, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pemulangan Jenazah ke Klaten
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Kuala Pembuang sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah, melalui Bandara Kuala Pembuang pada Sabtu (7/11). Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengonfirmasi bahwa upacara pemakaman direncanakan akan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Insiden kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 ini terjadi pada Rabu (4/11) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Selain Sertu (anumerta) Heri Prasetyo, dua prajurit lainnya yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Letkol CPN (anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (anumerta) Nurhafiz Akbar. Seluruh korban kini telah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan.






