BUKITTINGGI — Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi resmi membuka Pelatihan Dasar Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Tahun 2025 pada Selasa (25/11).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemko dalam memperkuat peran relawan sosial sebagai ujung tombak penanganan persoalan kesejahteraan di tingkat kelurahan.
Plt. Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Johnni, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari proses pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan pilar-pilar sosial yang berperan langsung di tengah warga.
“Pelatihan dasar ini juga menjadi persyaratan utama bagi PSM sebelum menjalankan tugas sebagai relawan sosial, sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 10 Tahun 2019,” ujar Johnni, Rabu (26/11/2025).
Sebanyak 135 PSM dari seluruh kelurahan di Bukittinggi mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapat pembekalan materi dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kemensos Padang serta Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Sumatera Barat.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap kapasitas PSM meningkat sehingga mampu menjalankan peran strategis dalam pendampingan sosial secara profesional dan berkelanjutan,” tambahnya.
Garda Terdepan Pelayanan Sosial
Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Emil Achir, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas PSM, terutama dalam membantu masyarakat miskin dan rentan, termasuk kelompok DTSEN desil 1-5.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas para pendamping sosial agar lebih efektif dalam memberikan bantuan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi PSM dengan perangkat kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM, hingga LKKS agar intervensi sosial lebih tepat sasaran. Emil juga berpesan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, bekerja objektif, adil, dan mengedepankan empati di lapangan.
Peran PSM sebagai Ujung Tombak
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi yang juga Ketua LKKS, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, turut menegaskan bahwa PSM merupakan pilar penting dalam pelayanan sosial masyarakat.
Ia mengajak para peserta untuk menjaga kepedulian, tidak membeda-bedakan warga, serta bekerja berdasarkan kondisi nyata yang mereka temui.
Pelatihan dasar PSM Tahun 2025 ini diharapkan mampu memperkuat sistem layanan sosial di Kota Bukittinggi, meningkatkan kompetensi para relawan, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pendampingan yang lebih tepat, cepat, dan berkelanjutan.




















