Bukittinggi – Antusiasme masyarakat memuncak saat pentas seni digelar di pelataran Taman Jam Gadang, pusat kota kelahiran Bung Hatta, pada akhir pekan.
Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi menggelar peluncuran tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi pada Sabtu (22/6/2024) malam di kawasan tersebut.
Acara yang diselenggarakan di jantung kota ini dirangkai dengan pengenalan Maskot Pilkada Bukittinggi 2024, semakin semarak dengan penampilan berbagai grup musik seperti Artis nasional Darak Badarak, solo Rapper Bukittinggi, Tomi Bollin, penampilan tari dari Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM) universitas Andalas dan lainnya.
Komisioner KPU Bukittinggi, Muhammad Fauzan Harza, menyampaikan bahwa, peluncuran ini merupakan aplikasi dari peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2022 tentang partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah.
Muhammad Fauzan Harza juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Dewan Juri Maskot KPU Bukittinggi yang telah memilih pemenang lewat sayembara yang dilaksanakan oleh KPU Bukittinggi. Diharapkan dengan peluncuran ini partisipasi masyarakat Bukittinggi semakin meningkat dalam Pilkada nanti.
“Maskot KPU Bukittinggi tahun ini adalah “Si Kurai” (Suaro Kito Untuak Berdemokrasi). Sebagaimana diketahui bahwa ini terinspirasi dari Jam Gadang yang didirikan di titik nol kilometer kota Bukittinggi,” kata Fauzan.
“Si Kurai memiliki filosofi nama etnis lokal kota ini, artinya, KPU Bukittinggi harus bergerak maju dan tidak bisa berdiam diri. Sama halnya juga masyarakat juga harus sama-sama bergerak maju karena mandat sudah diserahkan kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya lima tahun ke depan,” jelasnya.
Ia meyakini Pemilihan Serentak nasional di Bukittinggi pun menjadi sentral pendidikan politik dan Pemilihan bagi seluruh masyarakat Kota Bukittinggi.
Di bagian depan Maskot terlihat memakai baju Marapulai, yang biasanya dipakai untuk pesta pernikahan dan acara besar lainnya di Minangkabau.
Ini melambangkan bahwa pemilihan merupakan wujud pesta demokrasi di kota Bukittinggi. Marapulai juga merupakan wujud keberanian dan tanggung jawab seorang pemimpin di Minangkabau. Berbagai hiasan dan ornamen merupakan filsafat dari “Alam Takambang Jadi Guru”.
“Kita berharap pemimpin yang terpilih benar-benar menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab berdasarkan seluruh alam, sebagai Suko guru dalam menjalankan amanahnya,” kata Fauzan.
Di bagian belakang Maskot bergambarkan kotak suara, ini merupakan mahkota Pemilihan. Kotak suara merupakan tempat Pemilihan. Kotak suara akan diperjuangkan sampai tetes darah penghabisan bagi penyelenggara.
Pada samping kanan Maskot bergambarkan Jarum Jam, jam pada jam gadang pukul 11.27 wib yang artinya menunjukkan waktu dimana masyarakat Kota Bukittinggi menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 november 2024.
Perspektif dari Si Kurai adalah, nagari di kota Bukittinggi yang mempunyai hukum adat yang sama. Adapun sebutan asli penduduk Bukittinggi dinamai Urang Kurai, nagari tersebut terbagi dengan lima jorong. “Sarimpang Bak Kunik, Sarumpun Bak Batuang, Sakabek Saguluang Bak Siriah, Saikek Bak Saimpamo SAPU LIDI”.
Dengan peluncuran tahapan Pilkada ini, KPU Bukittinggi berharap dapat meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik masyarakat menjelang Pemilihan Serentak 2024.
(Pewarta: Alex)




















