Sumbartime – Sebuah video viral menunjukkan seorang turis asing menjadi korban kekerasan jalanan di Kota Padang. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah anak-anak meminta uang dan makanan secara agresif kepada sang turis, menciptakan situasi yang tidak nyaman.
Video yang berlokasi di Jalan Permindo Kota Padang itu pertama kali diunggah di akun tiktok @wildcarloasvlogs.
Sari Lenggogeni, seorang pengamat pariwisata dari Universitas Andalas (Unand) dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat, menanggapi insiden ini dengan menyebut bahwa kejadian semacam ini dapat merusak citra pariwisata suatu daerah.
Menurut Lenggogeni, turis asing seharusnya merasa diterima dan aman saat berwisata di suatu destinasi. Kondisi jalanan yang kurang aman dan kenyamanan yang terganggu dapat membuat wisatawan memilih untuk tidak mengunjungi suatu daerah.
“Terkait kondisi anak jalanan dan kemiskinan sebenarnya wisatawan asing pun pasti juga mengetahui bahwa Indonesia belum dalam kategori negara maju. Artinya mereka juga harus paham terkait hal ini,” katanyadikutipdari laman Tribunnews, Rabu (1/5/2024).
Hal ini menggarisbawahi pentingnya penerimaan lokal atau keramahan lokal dalam menarik wisatawan. Meskipun masalah keamanan jalanan adalah isu global, namun pemerintah dan masyarakat setempat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pengunjung.
Dengan adanya insiden ini diharapkan perlunya perhatian khusus terhadap keamanan wisatawan asing di Indonesia. ini tidak hanya dapat merugikan individu, tetapi juga dapat merusak reputasi pariwisata suatu daerah dan bahkan negara secara keseluruhan.
Dengan demikian, pemerintah dan masyarakat setempat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan nyaman bagi para wisatawan, baik domestik maupun internasional.(R)





















