Sumbartime – Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengirimkan tim untuk mengecek ribuan lahan pertanian yang terdampak erupsi Gunung Marapi dan banjir lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar). Tindakan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap surat Gubernur Sumatera Barat kepada Menteri Pertanian yang meminta bantuan fasilitasi sarana produksi pertanian. Tim tersebut dipimpin oleh Direktur Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Dr. Jekvy Hendra, bersama dengan beberapa pejabat lainnya.
Tim tersebut melakukan kunjungan ke tiga titik yang berbeda di tiga kabupaten/kota yang terdampak paling parah oleh banjir lahar dingin. Mereka meninjau kawasan pertanian yang terdampak erupsi Gunung Marapi, seperti kelurahan Sugondo dan Gantiang di Kota Padang Panjang, serta Nagari Aia Angek di Kabupaten Tanah Datar. Kunjungan juga dilakukan ke Nagari Bukik Batabuah di Kabupaten Agam, di mana terdapat pertanaman kol/lobak dan sawah yang tertimbun material lahar dingin.
Data menunjukkan bahwa luas lahan terdampak erupsi Marapi mencapai 3.144,13 hektare, dengan sebagian besar terdapat di Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Sedangkan luas lahan terdampak banjir lahar dingin mencapai 89,5 hektare, tersebar di beberapa daerah termasuk Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Kota Padang Panjang.
Kunjungan tim Kementan tersebut juga didampingi oleh beberapa pejabat dan penyuluh pertanian setempat, serta pihak terkait lainnya. Ini adalah langkah awal dalam mengevaluasi dan memberikan bantuan kepada petani yang terdampak secara langsung oleh erupsi Gunung Marapi dan banjir lahar dingin di Sumatera Barat.(R)

















