MIAMI, Sumbartime.com — Calon presiden Brasil, Flavio Bolsonaro, mengeklaim dirinya sebagai presiden yang sah setelah melarikan diri ke Amerika Serikat pada Rabu (28/10/2026). Senator berusia 45 tahun itu meninggalkan Brasil melalui Argentina menggunakan jet pribadi, meski sedang dalam penyelidikan hukum. Keputusan ini diambil pasca kekalahan tipisnya dari Luiz Inacio Lula da Silva dalam putaran kedua pilpres Brasil, yang memicu ketegangan diplomatik antara Brasil dan Amerika Serikat.
Melalui surat yang diunggah ke media sosial, Flavio Bolsonaro menyatakan akan memimpin pihak oposisi dari pengasingannya di Amerika Serikat. Ia menegaskan tidak melakukan pelanggaran hukum dan menyebut penyelidikan yang dilakukan Mahkamah Agung Brasil merupakan perburuan politik. Menurutnya, tindakan tersebut bertujuan menjadikannya sandera untuk melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup agar tidak dimakzulkan.
Dugaan Pelanggaran Hukum
Sebelum keberangkatannya, Hakim Mahkamah Federal Tertinggi Alexandre de Moraes memerintahkan Flavio menyerahkan paspor dalam waktu 24 jam. Perintah ini terkait penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan finansial dalam situs taruhan daring. Namun, ia mengabaikan instruksi tersebut dan memilih menyeberang ke Provinsi Misiones, Argentina, menggunakan kartu identitas sebelum terbang ke Miami untuk menghindari pencabutan dokumen perjalanan oleh pihak kepolisian.
Hasil penghitungan resmi Pengadilan Pemilihan Umum Tertinggi Brasil menunjukkan Flavio meraih 48,24 persen suara, sementara Luiz Inacio Lula da Silva memperoleh 51,76 persen. Flavio secara tegas menolak hasil tersebut dengan menuding adanya kecurangan pemilu yang disaksikan langsung olehnya. Meskipun melontarkan tuduhan, ia tidak memberikan bukti atau dokumentasi konkret untuk mendukung klaim kecurangan yang disampaikannya kepada para pendukung dari Florida.
Dampak Hubungan Internasional
Kepergian Flavio ke Amerika Serikat mendapatkan izin visa dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas sambutan yang diberikan. Flavio mendesak komunitas internasional untuk tidak mengakui pemerintahan Lula da Silva. Langkah ini dinilai meningkatkan ketegangan hubungan Brasil dan Amerika Serikat menjelang pelantikan presiden terpilih pada 5 Januari 2027 mendatang.
Situasi yang terjadi saat ini menyerupai peristiwa tahun 2022, ketika mantan Presiden Jair Bolsonaro juga menetap di Florida setelah kalah dalam pemilihan umum. Flavio membantah telah melarikan diri dari negaranya. Ia menyatakan kepergiannya dilakukan demi rakyat Brasil agar dapat menjadi pemimpin yang layak bagi oposisi, sekaligus menghindari situasi darurat yang ia klaim telah dipolitisasi oleh sistem peradilan di Brasil.






