Sumbartime.com, Agam,- Betsy Wedding Organizer (WBO) mengadakan pelatihan make up untuk pengenalan Usah Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemberdayaan bagi para kaum Hawa
Berlokasi di salah satu rumah warga di Surau Lauik Nagari Panampuang kecamatan lV. Angkat Kabupaten Agam, kegiatan di ikuti antusias oleh para wanita daerah tersebut
Acara dibuka langsung anggota DPRD Agam fraksi Demokrat Aderia, Sp. MM yang didampingi oleh Ny.Yessi Ramlan Nurmartias, Betsy Karmila pemilik ‘Betsy Wedding Organizer’
Adelia yang juga ketua partai Demokrat kabupaten Agam, ia sangat mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan (BWO) ini, karena banyak disukai anak-anak muda terkhususnya wanita
Sedikit Aderia menyentil “Kita harus merubah paradigma – paradigma dimana anggota dewan yang terhormat itu hanya sebatas nama, namun yang patut digaris bawahi ialah mereka tempatnya wadah menyampaikan aspirasi, tempat mengadu,” sebutnya kepada remaja wanita yang ikuti pelatihan
Ny. Yessi Ramlan Nurmartias mengingatkan pentingnya kreasi para anak-anak muda khususnya wanita untuk dunia teknologi. Sedikit ada peluang-peluang usaha itu diambil,
“Hal yang luar biasa, juga jiwa sosial pun mesti harus di tunjukkan bagi perempuan , menyikapi banyak dan maraknya kasus sosial saat ini,” sebutnya.
Betsy Karmila mengatakan,
Tujuan dalam pemberdayaan wanita, skill yang mereka punya selama ini kurang terekspos, di bidang tata rias wajah, tata boga dan kita memikirkan bagaimana solusinya,
“Nah..! Kusus di kabupaten Agam ini kita kan ada UMKM, kita bisa kembangkan dan dipasarkan melalui online,” katanya
Lebih lanjut Betsy yang juga Kader Partai Demokrat Agam sebutkan, ini dapat menunjang ekonomi keluarga dan masyarakat, kita mulai dulu dari nagari dan akan berjenjang nantinya bahkan mungkin nasional,
“Perempuan Minang mampu menggali potensi diri, karena perempuan di minang yang Hebat itu banyak,” ujar Betsy yang sudah 25 tahun bergerak dibidang organizer yang beralamatkan di jorong Sicamin Biaro – Agam.
Agar hasil riasan para para perias bisa laku di pasaran, mereka harus mempunyai ciri khas dalam setiap riasannya, untuk itu, diperlukan kemampuan dan ketelatenan dalam merias.
Dengan memiliki hal tersebut, para make up artist (MUA) bisa lebih dikenal oleh costumer dan laku di masyarakat, bahkan masyarakat yang sudah cocok, enggan untuk pindah ke MUA lainnya.
Untuk itu, para peserta pelatihan diberikan materi-materi khusus agar bisa bersaing dengan MUA lainnya.
Instruktur MUA, Nike Ariska menjelaskan bahwa ada beberapa tahap yang harus dipelajari sebelum para peserta merias wajah keseluruhan.
“Untuk materi awal yang perlu dipelajari para peserta itu adalah alis, kerena bagian wajah yang paling sulit adalah merias alis soalnya alis bisa menentukan kesan dan karakter seseorang,” ucapnya, Minggu (5/2/2023) saat memberikan pelatihan
Meski sulit, Nike melihat semangat para peserta pelatihan sangat besar lantaran minat di bidang kecantikan ini sangat dinantikan para peserta perempuan.
Karena minatnya itu, para peserta jadi memiliki rasa keingintahuan yang tinggi untuk mempelajari pelatihan MUA. (alex)





















