Sumbartime.com,- Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif bersama Walikota Bukittinggi Dukung Perserta Seminar Workshop Inovasi dan Kewirausahaan Souvernir berbahan limbah di aula Rumah Dinas Walikota Bukittinggi,Rabu,6/7/2022.
Seminar dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Walikota Bukittinggi H. Erman Safar, Kadis Pariwisata serta Direktorat instruktur ekonomi kreatif deputi bidang perkembangan destinasi dan infrastruktur serta 46 peserta dari berbagai daerah.
Sandiaga Salahuddin Uno. Mentri pariwisata dan ekonomi kreatif ikut mengapresiasi sertiap pelaku usaha lokal agar berani tampil dan mengembangkan potensi produk produk lokal di program kabupaten kota kreatif (kata kreatif Indonesia)
Sandiaga menambahkan, kementrian akan bekerjasama dengan pemerintah kota dan kabupaten akan mengkawalnya “Tim kita akan bekerja full time dari direktorat insfratruktur ekonomi Kreatif. Semakin banyaknya kunjungan-kunjungan, produk kreatif ini semakin meningkat,”ucap Sandi.
Sementara itu Wako Erman Safar mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan hari ini adalah salah satu kegiatan yang kita harapkan, karena jika Bukittinggi saja memproduksikan, maka jangkauan pemasaran tidak akan terlalu jauh
“Maka dengan adanya kegiatan workshop Kreatif yang dilakukan Kementerian sangat membantu memperluas jaringan pemasaran baik impor maupun ekspor,”ucap wako.
“Apalagi seluruh produk yang dibuat di Bukittinggi dan semenjak dilonggarkan prosedur Covid oleh presiden Jokowi maka pertumbuhan pariwisata sudah mulai membaik,”pungkasnya.
Yudha Yadhie Pengusaha dari Sanggar Karya, pamerkan karyanya, Khusus di bidang kerajinan souvenir, berbagai macam suvenir jam gadang, tak kalah unik Kap lampu nya dari bahan limbah peralon serta berbagai Miniatur rumah adat minang.
“Kap Lampu yang ia pamerkan berbahankan limbah paralon yang sengaja di antar langsung dari langganan, harga pasarannya berkisar Rp.300 ribu per satuan,” jelasnya.
Peserta asal Bukittinggi ini berharap dengan adanya seminar Workshop, semua pengusaha khusus nya di bidang Karya, ingin usaha yang sudah dirintis berjalan lancar dan lebih maju lagi, apalagi setelah pandemi dalam kurun 3 tahun belakang ini mengalami sepi pembeli.
“Sebelum pandemi kami berkelompok beranggotakan sekitar 10 orang, namun sekarang yang ang aktif selama pandemi hanya 8 orang yang bertahan,”ucapnya.
“Kami hanya terkendala dari pemasaran, walaupun untuk wilayah lokal seperti pasar atas mencapai 90% tapi untuk di luar lokal masih diam di tempat,” pungkasnya. (alex)





















