SUMBARTIME.COM-Beredar serta viral di sosial media video tentang aksi gerombolan orang tak dikenal (OTK) melakukan pembongkaran satu unit toko merek Kasra Motor di Jalan Lintas Payakumbuh- Lintau, tepatnya kawasan Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (2/2) dini hari sekira pukul 04.00 WIB kemaren.
Dalam video yang berdurasi 6 menit 2 detik dan dibagikan oleh pemilik toko bernama akun @Yossy Louren itu, terlihat gerombolan OTK sedikitnya diketahui berjumlah 4 orang yang datang dari arah Payakumbuh memasuki halaman parkiran toko.
Selanjutnya 3 orang pria tak dikenal dengan ciri ciri berusia muda turun dari kendaraan mereka. Sejurus kemudian salah satu dari 3 orang tersebut yang terlihat membawa sebilah linggis langsung mencongkel gembok pintu toko. Dalam hitungan detik gembok pintu toko berhasil dibuka.
Sementara itu, salah satu dari pelaku yang merupakan sopir dari kendaraan langsung memundurkan mobilnya ke halaman toko dengan kepala kendaraan menghadap ke jalan raya. Adapun masih dari video rekaman CCTV, terlihat 3 orang lainnya langsung beraksi masuk ke dalam toko dan menggondol puluhan ban motor baru serta langsung dinaikan ke bak belakang kendaraan mereka.
Lebih kurang, aksi yang dilakukan oleh gerombolan maling tersebut hanya memakan waktu sekitar 5 menit untuk menguras ban motor baru yang ada di dalam toko. Usai mengambil puluhan ban motor baru, selanjutnya para gerombolan langsung kabur meninggalkan lokasi.
Dari aksi yang dilakukan oleh gerombolan maling yang melakukan pencurian puluhan ban motor baru dari berbagai merek serta jenis tersebut terlihat tenang dan percaya diri. Diduga kuat sebelum melancarkan aksi, gerombolan tersebut sudah mempelajari kondisi lokasi yang akan mereka bongkar. Fakta lapangan gerombolan tersebut hanya butuh waktu lebih kurang 5 menit mulai dari membongkar gembok pintu toko, hingga menggindol puluhan ban baru.
Sementara itu, pemilik toko Kasra Motor, Yossy Lauren menuliskan di dalam akun sosial medianya usai kejadian pihaknya langsung membuat laporan kepolisian. Selain itu yang bersangkutan juga meminta kepada para nitizen lainnya untuk membagikan video rekaman CCTV terkait aksi yang dia unggah di sosial media. (rd)




















