Bukittinggi, Sumbartime.com,- Makin berkembangnya berbagai pandangan dan opini di tengah-tengah masyarakat di Kota Bukittinggi terkait program Pemko Kota Bukittinggi akan memasang kanopi di jalan Minangkabau.
Salah satu tokoh masyarakat. Abu Ibrahim Al Khalil menceritakan saat ditemui Sumbartime, “Terimakasih pedagang toko Jl. Minangkabau telah mempromosikan Night Market Pasar Atas Bukittinggi.
Berita Terkait : Forum Warga Biasa Lakukan Aksi Damai Dukung Minang Kabau Night Market
Dukungan dan Penolakan Pedagang Pembangunan Kanopi di Jl Minangkabau Pasar Atas Bukittinggi
Awalnya saya kurang ngeh dengan program Pemko Bukittinggi untuk membangunan Awning dan mengadakan night market di kawasan jalan Minangkabau Jam Gadang Pasar Atas, namun beredar berita beberapa orang pedagang toko yang membentangkan spanduk ditengah jalan Minangkabau menyatakan penolakan pembangunan kanopi sepanjang jalan Minangkabau”
Namun pemko Bukittinggi melalui dinas PUPR mengatakan bahwa awning yang akan dibangun bukan dengan bahan kanopi, namun dengan bahan yang lebih bagus sehingga kekhawatiran pedagang toko bahwa akan kurangnya sinar matahari terjawab sudah.
Disisi lain, para pedagang kaki lima merasa sangat bahagia dengan program walikota erman itu. Bahkan para pedagang kaki lima juga melakukan aksi di kawasan Jam Gadang untuk mendukung program walikota tersebut.
Sebelumnya dimasa kampanye, Walikota Erman mengatakan bahwa akan memperjuangkan nasib PKL dengan menyediakan tempat berjualan yang lebih rapi dan nyaman di kawasan seputaran Jam Gadang. Janji kampanye itu dijawab dengan program
” Minangkabau Night Market “
Kenapa mesti di jalan Minangkabau? Banyak pihak yang mempertanyakan kenapa mesti di jalan Minangkabau? Maka dari segi analisis pasar, Jalan Minangkabau adalah jalan yang memiliki akses langsung dengan kawasan seputaran jam gadang.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Bukittinggi adalah Kota tujuan wisata dengan Jam Gadang sebagai magnetnya.
Jam gadang merupakan destinasi wisata favorit di kalangan pelancong dalam dan luar negri. Istilah mereka
“kalau alun ka jam gadang, barati alun ka Bukittinggi”.
Tentu saja Walikota Bukittinggi Erman Safar melihat peluang ini sebagai potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi masyarakat apalagi sektor PKL dan UMKM yang semenjak digusur beberapa tahun lalu sulit untuk mencari tempat berjualan di seputaran pasar atas.
Lalu, apakah dengan adanya night market akan mengurangi omzet pedagang toko?
Beberapa pihak mengkhawatirkan berkurangnya omzet jual beli mereka ketika night market dibuaka di pasar atas. Menurut hemat saya justru sebaliknya, jika night market sudah dibuka, otomatis pasar akan hidup ketika malam hari.
Akan ada lonjakan pengunjung dan calon pembeli ketika program ini sudah berjalan. Kita bisa melihat ke beberapa daerah yang mengadakan night market seperti Yogyakarta yang sangat terkenal dengan malioboronya.
Apakah pedagang toko diseputaran malioboro berkurang omzetnya? Sepanjang pengamatan kami tetap saja ada pembeli yang singgah untuk berbelaja disana karena masing masing pembeli memiliki selera konsumer yang berbeda.
Lalu barang jenis apa yang kira kira laris dijual di nigt market?
Tentu saja barang barang olahan lokal yang berciri khas Minang akan diburu oleh konsumen.
Karena rata rata yang datang ke Bukittinggi adalah turis turis dari luar provinsi dan juga luar negeri. Salah satu tujuan mereka adalah membeli oleh oleh untuk mereka bawa kembali ke kampung halamannya.
Semoga saja program ini segera terwujud dan masyarakat akan merasakan manfaat lebih dari hadirnya night market ini tanpa menghilangkan nilai nilai dan budaya khas Minangkabau.”



















