SUMBARTIME.COM-Persahabatan yang terbina sekian lama antara dua sobat karib ini harus berakhir pada Selasa (30/6) malam, saat salah satu dari mereka harus tewas meregang nyawa.
Tragisnya kematian salah satu dari dua sahabat yang berinisial IF (17) berakhir justru ditangan sahabat sendiri yang berinsial FD (16) dengan dibantu ayah FD, Katarudin (55) serta kakaknya Kaldo (22).
Peristiwa insiden maut itu terjadi di kawasan Jorong Koto Ateh, Nagari Silantai, Kecamatan Sampur Kudus, Kabupaten Sijunjung.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, peristiwa bermula pada Selasa 30 Juni 2020 malam, sekira pukul 20.00 WIB, dua sahabat karib yang semula seperti ibarat motor dengan bbm, terlibat perselisihan. Entah apa motifnya, namun keduanya saling cekcok mulut dan berakhir dengan duel satu lawan satu.
Karena kalah tenaga saat melakukan duel dengan IF, FD langsung lari pulang dan mengadukan peristiwa duelnya kepada ayahnya Katarudin serta kakaknya Kaldo.
Sementara mendengar pengaduan FD, Katarudin dan Kaldo langsung naik pitam tersulut emosi dan secara bersama sama mereka bertiga pada malam itu juga langsung mencari IF.
Di TKP, ketiga orang yang terdiri dari ayah dan dua anak tersebut menjumpai IF. Tanpa basa basi ketiganya langsung menghajar dan menganiaya IF. Tidak itu saja, korban juga mendapat tusukan senjata tajam di bagian bawah rusuknya, sehingga membuat korban langsung terkapar bersimbah darah.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut, langsung bergerak melarikan IF ke Puskesmas Sampur Kudus. Namun setelah beberapa saat dilakukan perawatan medis, nyawa korban tidak terselamatkan lagi.
Sementara itu aparat Kepolisian dari Polsek Sampur Kudus yang datang ke lokasi langsung mengamankan tiga orang beranak tersebut untuk menghindari aksi balas dendam dari pihak keluarga korban.
Terpisah, Tokoh masyarakat Silantai yang juga merupakan Ketua KAN, Afrildas, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (1/7) membenarkan peristiwa tragis tersebut. Menurutnya saat peristiwa penganiayaan itu terjadi, korban sempat berusaha untuk lari. Namun akibat banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya akibat ditusuk oleh salah satu pelaku, dirinya hanya terkapar tak berdaya.
Saat ini persoalan tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian. Afrildas meminta agar warga bisa tenang dan menyerahkan semuanya melalui hukum yang berlaku, tutupnya. (tim)





















