SUMBARTIME.COM-Sehari setelah terjadinya peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap DK (24) alias Dani oleh sekelompok orang yang menyebabkan korban tewas, aparat Kepolisian Polres Dharmasraya berhasil meringkus 4 orang pelaku.
Masing masing terduga pelaku adalah, AML (62), MWA (33), AW (38) dan seorang anak remaja berinisial R (19). Ke empatnya ditangkap dan diamankan Satreskrim gabungan Polres Dharmasraya dan Polsek Sungai Rumbai berdasarkan laporan polisi nomor:6/K/IV/2020 tanggal 21 Juni.
Menurut Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Kasatreskrim AKP Suyanto, menjelaskan para terduga pelaku ditangkap pada waktu yang berbeda. Awalnya saat menerima laporan dari masyarakat, polisi langsung turun ke lokasi di kawasan Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar. Dari hasil penyelidikan pada Minggu malam, aparat berhasil meringkus dua orang pelaku masing masing, AML dan AW sekira pukul 23.00 WIB.
Dari hasil pengembangan kasus, keesokan hari Senin 22 Juni 2020 sekira pukul 16.00 WIB, kembali polisi mengamankan dua orang pelaku lagi yakni, MWA dan R. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa sehelai baju batik warna putih merah milik korban, sehelai celana jeans warna dongker milik korban, sehelai celana dalam warna unggu, dan satu unit sepeda motor Revo warna hitam.
Saat ini ke empat terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres dan masih dilakukan pemeriksaan secara itensif. Tidak tertutup akan ada pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam peristiwa dugaan penganiayaan dan pengeroyokan sehingga menyebabkan korban tewas, tutup Suyanto menjelaskan.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Minggu 21 Juni 2020 siang kemaren telah terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial DK alias Dani oleh sekelompok orang di Kawasan Nagari Koto Ranah,Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, hingga membuat korban tewas setelah sempat dilakukan perawatan oleh pihak medis.
Belum diketahui motif pasti penyebab terjadinya pengeroyokan dan penganiayaan yang merenggut nyawa itu. Namun dari rumor yang berkembang di masyarakat sekitar, pemicunya diduga akibat persoalan wanita. (tim)




















