SUMBARTIME.COM-Warga Jalan Brigjen katamso, Medan Maimun, Kota Medan, pada Minggu (21/6) pagi, digegerkan dengan penemuan mayat dua bocah di dalam Parit, areal sekolah Global Prima.
Dua mayat bocah yang kemudian diketahui kakak beradik dengan masing masing dengan inisial IF (10) dan RA (5) merupakan warga Gank satria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Kedua bocah malang itu diduga keras dibunuh oleh ayah tirinya bernama Rahmadsyah yang saat ini masih buronan polisi.
Saat ditemukan, di tubuh dua bocah malang tersebut ditemukan sejumlah luka luka, terutama di bagian kepala.
Menurut Kapolsek Medan Kota, Kompol Riki Ramadhan, orang yang pertama sekali menemukan jenazah kedua korban adalah ibu kandung mereka bernama Fathulzanah. Yang bersamgkutan menerima pesan WhatsApp dari suami ke 2 nya yang merupakan ayah tiri kedua korban.
Dalam pesan tersebut terduga pelaku menyampaikan jika dirinya baru saja telah membunuh kedua korban dengan membenturkan kepala masing masing korban ke dinding Sekolah Global Prima. Selanjutnya mayat kedua korban dibuang ke dalam parit areal sekolah.
Antara percaya dan tidak percaya, selanjutnya Fathulzanah langsung menuju lokasi sekolah untuk membuktikan pesan WhatsApp pelaku. Namun benar saja, setelah yang bersangkutan mendatangi parit, dirinya melihat dua sosok tubuh telah kaku dalam kondisi tidak bernyawa. Kontan saja dirinya menjerit histeris sehingga mengundang satpam sekolah serta bberapa warga datang menuju lokasi.
Selanjutnya oleh satpam sekolah, langsung menghubungi polisi.
“Saat ini kami masih menyelidiki motif serta memburu pelaku,”tutup Riki Ramdahan menerangkan.
Terpisah, Ayah kandung korban yang juga mantan suami dari fathulzanah, yang ada di lokasi kejadian, Muhammad Arif (32) kepada awak media, menuturkan dirinya merasa geram dan tidak habis pikir dengan ulah pelaku yang begitu sadis telah menghabisi nyawa dua anaknya tersebut.
Dirinya mengaku mendapatkan informasi tersebut dari telpon mantan istri yang menghubungi keluarganya. Dari pengakuan mantan istrinya tersebut, tutur Arif lagi, diduga hanya gara gara kesal karena kedua korban minta dibelikan es krim, pelaku gelap mata dan melakukan pembunuhan.
Untuk dirinya berharap, agar pelaku bisa segera ditangkap dan dihukum seberat beratnya, ujarnya pilu.
Sementara itu, dari informasi pihak sekolah, terkait kedua sosok bocah yang menjadi korban pembunuhan oleh terduga ayah tirinya tersebut menuturkan jika keseharian dari keduanya dikenal aktif belajar serta rajin mengaji, tutur Ulfa salah satu guru pembimbing kedua korban. (awe)




















