Erman Safar Geram, Ultimatum Rekanan 1 x 24 Jam


SUMBARTIME.COM,-Pekerjaan drainase primer di jalan utama Kota Bukittinggi, kembali menimbulkan masalah. Wali Kota bersama Pimpinan DPRD Bukittinggi didampingi Sekda dan Kepala Dinas PUPR, langsung turun ke lapangan melihat pekerjaan yang menelan dana Rp 12,9 milyar itu, Selasa (26/10).

Iklan

Saat tiba di lokasi, Wali Kota bersama rombongan menerima keluhan masyarakat yang notabene pedagang di lokasi setempat. Dimana, hasil galian ditumpuk di depan toko dan menutup akses jalan.

Kami sangat terkendala dengan pekerjaan ini. Sudah berapa hari ini material ada di depan toko kami. Bagaimana kami berjualan, orang tidak ada yang masuk karena jalan ditutup dan material ini ada di depan toko kami,” ungkap Nal, salah seorang pedagang di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, geram melihat pekerjaan dan mendengar keluhan warga ini. Wako langsung meminta pelaksana, segera membersihkan material sisa galian ini. Selain itu, Wako juga meminta pelaksana untuk membuat pagar pengaman dalam waktu 1×24 jam.

“Pedagang Pasar Bawah, banyak yang rugi akibat akses jalan untuk pembeli terhambat. Pemerintah sudah menganggarkan, agar pekerjaan berjalan maksimal, tidak ada kendala. Harusnya pelaksana bisa memikirkan juga tempat pembuangan material ini. Kalau bisa, setelah dibongkar, truck pengangkutnya, juga ada standby dan langsung membuang material ini. Jangan ditumpuk begini. Ini akan kami evaluasi segera. Kami juga sudah minta 1×24 jam pagar pembatas harus sudah terpasang,” tegas Erman.

Senada dengan Wako, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, juga meminta kepada pelaksana untuk segera membuang material yang ada di depan toko pedagang. “Hal ini sangat merugikan. Ini pelaksana harus cepat untuk menyelesaikannya. Sekarang curah hujan tinggi. Kalau galian ini masuk ke toko pedagang, semakin banyak kerugian yang dirasakan pedagang,” ungkap Beny.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman bersama Nur Hasra, juga meminta dengan tegas, kepada PUPR untuk memberi peringatan kepada pelaksana terkait pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan. “PUPR harus tegas soal ini. Jangan sampai banyak lagi korban. Kita lihat pengamanannya juga tidak maksimal. Jangan ada korban lagi,” tegasnya.

Nunung Nuryana, Pelaksana dari PT. Kinanta Bhakti Utama, menyampaikan, keluhan terkait galian yang ada di beberapa titik Jalan Perintis Kemerdekaan. Pihaknya juga langsung membersihkan lokasi tersebut.

Ini kita langsung bersihkan. Bisa kita lihat sekarang itu sedang dikerjakan. Kita harap warga bersabar. Kami juga terkendala cuaca,”ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here