BUKITTINGGI — Ketua DPC Syarikat Islam (SI) Kota Bukittinggi, H. Rismaidi Tuanku Bagindo, menegaskan bahwa wartawan memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi, sejajar dengan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Karena itu, insan pers tidak bisa dipandang sebelah mata dalam perjalanan bangsa.
“Wartawan bukan pelengkap penderita dalam perjalanan demokrasi, namun memiliki posisi yang sangat vital,” ujar Tuanku Rismaidi saat berdiskusi dengan pengurus DPC Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kota Bukittinggi, Sabtu malam (19/10/2025).
Menurutnya, tugas pokok dan fungsi wartawan meliputi pencarian, pengumpulan, penulisan, serta penyebarluasan informasi yang akurat dan faktual. Namun, semua itu harus dijalankan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
“Sampaikanlah informasi yang dibutuhkan publik tanpa ada yang disembunyikan. Masyarakat ingin mengetahui semua informasi secara jelas, transparan, dan terang benderang,” tegasnya.
Sebagai tokoh publik yang telah lama menaruh perhatian pada dunia pers, Tuanku Rismaidi berharap para jurnalis di Bukittinggi bekerja secara profesional, berimbang, dan berintegritas.
“Kalau memang harus mengkritik, kritiklah dengan sehat dan membangun. Pemerintah tidak butuh berita ‘angkek-angkek talua’ (pencitraan semu), tapi justru membutuhkan kritik yang cerdas sebagai bentuk kontrol sosial,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pers yang sehat akan mendorong pemerintahan yang bersih dan masyarakat yang cerdas. Untuk itu, wartawan diharapkan terus menjaga idealisme dan independensi dalam setiap pemberitaan.
“Jadilah wartawan yang kritis, jujur, dan independen. Tetaplah berpegang pada kebenaran dan jangan pernah lari dari kode etik jurnalistik,” kata Tuanku Rismaidi menutup perbincangan. (ted)
Editor: Alex. Jr

















