PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Praktisi TI Riko Desmond mengusulkan program edukasi keamanan digital berkala hingga tingkat rukun tetangga untuk menekan maraknya kejahatan siber. Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat besarnya potensi anak muda Payakumbuh di bidang teknologi informasi yang belum terwadahi dengan maksimal. Program ini diharapkan dapat mencetak bibit unggul siber sekaligus melatih kewaspadaan masyarakat.
Dalam Podcast Kusieh Bendi, praktisi teknologi informasi Riko Desmond menyatakan bahwa Kota Payakumbuh sebenarnya menyimpan banyak potensi anak muda bertalenta di bidang siber. Keahlian teknis tersebut mayoritas diperoleh secara otodidak oleh para pelajar tingkat SMA dan SMK yang kerap mengasah kemampuan mereka dari warung internet.
Potensi Celah Siber hingga NASA
Riko mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat 20 anak muda lokal yang memiliki kecakapan tinggi dalam bidang peretasan etis atau ethical hacking. Salah satu rekannya di Payakumbuh bahkan sukses meraih sertifikat internasional dari badan penerbangan dan antariksa NASA usai menemukan serta melaporkan celah kerentanan sistem lembaga tersebut.
Meskipun memiliki potensi keahlian yang luar biasa, wadah resmi untuk menampung serta mengarahkan bakat anak-anak muda ini dinilai masih sangat terbatas di daerah. Tanpa bimbingan serta wadah yang tepat, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak dapat berkembang secara optimal untuk mendukung keamanan siber masyarakat luas.
Edukasi Keamanan Siber Tingkat RT
Sebagai langkah antisipasi kejahatan digital, Riko mendorong pelaksanaan program edukasi keamanan siber secara rutin minimal satu kali sebulan di tingkat rukun tetangga. Sosialisasi tingkat tapak ini ditujukan guna memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat awam, terutama kelompok rentan, agar terhindar dari maraknya penipuan digital.
“Kalau masih seperti ini, mungkin 2030 yang sekarang 1.000 korban besok jadi 5.000,” ujar Riko Desmond saat menegaskan perlunya edukasi berkala. Ia menyimpan harapan besar agar Payakumbuh tidak hanya masyhur sebagai kota kuliner, melainkan juga dikenal sebagai daerah penghasil bibit unggul ahli teknologi informasi.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Dimensia Digital Multimedia menyatakan kesiapan untuk menyediakan sarana pendukung pelatihan serta menghimpun komunitas siber di Payakumbuh. Sinergi ini diharapkan mampu membentengi warga lokal dari risiko pencurian data personal sekaligus membina talenta muda ke arah kegiatan yang positif.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.






