BUKITTINGGI – Di bawah kepemimpinan Walikota Erman Safar, pertumbuhan UMKM di Bukittinggi mengalami lonjakan signifikan. Dari hanya 6.000 pada tahun 2021, kini jumlahnya mencapai 20.382 pelaku UMKM.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mihandrik, setelah kegiatan Pelatihan Digitalisasi Marketing di Hotel Pusako Bukittinggi, Jumat (14/6/2024) sore.
Mihandrik, yang didampingi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bukittinggi, Ferdian, menyatakan bahwa Program Tabungan Utsman yang diluncurkan Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Jam Gadang memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil.
Program yang diluncurkan kembali pada 13 Mei lalu ini menawarkan subsidi sebesar Rp2,5 miliar atau setara dengan Rp15 miliar pembiayaan untuk UMKM.
Walikota Erman Safar, yang akrab disapa Bang Wako, menegaskan bahwa pembiayaan syariah ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya UMKM di Bukittinggi.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota ini,” sebutnya.
Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Bukittinggi menganggarkan subsidi Rp2,5 miliar untuk Program Tabungan Utsman. Dengan subsidi ini, diharapkan sekitar 2.200 nasabah dapat memanfaatkan program tersebut.
Sementara itu, Ketua Kadin, Ferdian mengharapkan, Program Tabungan Utsman agar terus memberikan manfaat signifikan bagi pelaku UMKM di Bukittinggi.
“Ini tentunya membantu mereka bernafas lega dan berkembang di tengah tantangan ekonomi, apalagi di era digitalisasi saat ini,” ujarnya. (Alex)




















