Bukittinggi,- Minggu,(5/3/2023).
Suasana langit di atas Taman Jam Kota Bukittinggi bersinar cerah pagi itu.Jarum Jam Gadang menunjukkan pukul 09’30 WIB. Suasana taman tampak ramai, suasana ‘Heboh’ pecah oleh kebisingan suara lentingan ‘Lato-lato’ mulai dari anak-anak hingga yang tua, pria maupun wanita berada di kawasan itu.
Para anak-anak warga kota dan pengunjung riang gembira berlari-larian di pelataran taman berlantaikan batu alam itu. Beberapa dari pengunjung memanfaatkan kunjungannya ke taman untuk berfoto dengan berlatarkan peserta kompetisi juga Jam Gadang.
Keberadaan taman berada di jantung kota Bukittinggi memang jadi primadona bagi wisatawan mendatangi kawasan itu. Areal taman sangat luas dan berdiri tegak sebuah bangunan Jam Gadang peninggalan penjajah Belanda ini, juga sebagai tempat duduk beristirahat bagi wisatawan setelah lelah berbelanja dan mengunjungi objek wisata di kota kelahiran Proklamator Bung Hatta ini.
Taman Jam Gadang merupakan magnet bagi wisatawan. Apalagi dilatarbelakangi dua gunung yakni Gunung Merapi dan Singgalang, yang tentunya menambah takjub jika berada di Taman Jam Gadang karena dapat menyaksikan dua gunung menjulang tinggi dengan indah.
Ratusan para peserta kompetisi Lato-lato mulai dari anak-anak hingga orang dewasa telah mendaftarkan namanya dimeja panitia. Festival Lato-lato Bukittinggi Hebat.
Pagi itu Kota Bukittinggi – Sumatera barat banyak menggelar event dan acara-acara seperti senam jasmani dengan dentuman speaker yang meriah di taman jamgadang,car free day di jalan Sudirman, event pencak silat Bang Wako feat Gerami MK di gedung pasar atas yang keseluruhan acara lokasi yang berdekatan. (alex)





















