Sumbartime.com,- Walikota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan motivasi kepada mahasiswa serta pelaku UMKM yang hadir pada kegiatan penandatangan MoU dengan beberapa stakeholder, diantaranya dengan Rumah Kompetensi Indonesia, KADIN Sumbar, PT. Galeri 24 Pegadaian, PT. Pegadaian Area Padang & Jambi
Seminar diadakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITBHAS) Bukittinggi, pada hari Sabtu,5/11/2022 di istana Bung Hatta kota Bukittinggi.
Selaku walikota namun dikesempatan itu Erman, ia ceritakan terkait sejarah dirinya, bahwasanya pada usia muda (22)tahun Ia sudah jadi pengusaha atau miliarder. Kata walikota itu.
Hal itu disampaikannya dalam rangka memotivasi para generasi muda khususnya mahasiswa yang hadir dan juga para pelaku UMKM untuk selalu termotivasi mengikuti perkembangan zaman dalam berbisnis.
Zaman sekarang merupakan zaman digitalisasi, para pelaku UMKM serta mahasiswa harus menggali Ilmu lebih banyak lagi supaya tidak ketinggalan zaman nantinya, karena persaingan bisnis saat ini cukup berat, generasi muda harus menguasai IT. Erman menegaskan.
Dalam kegiatan penanda tanganan MoU juga dilakukan acara Seminar dan FGD meraih Kompetensi di Era Society 5.0 selaras dengan Dunia Usaha dan Dunia Usaha Kerja (DUDIKA).
Ketua Yayasan Indonesia Raya Prof. DR. Elfindri yang juga Direktur SDG’s Unand ketika di wawancarai redaksi sumbartime.com ia mengatakan kegiatan seminar ini sangat perlu di adakan karena dalam rangka meningkatakan motivasi para mahasiswa dalam menggapai masa depan yang cerah.
Seminar ini akan banyak ilmu yang dapat diperoleh, saat ini memang pengangguran tamat perguruan tinggi relatif lebih rendah dari pada tamatan dari pada tingkat sekolah menengah.
Walaupun demikian peranan sebuah perguruan tinggi sangatlah penting, karena problem di lapangan tetap ada, sekarang problemnya lebih komplik, sebuah perguruan tinggi harus bisa berperan lagi dalam meningkatkan kualitas kemampuan bagi tamatannya, perancangan yang baik bagi Institutnya, dosen, serta sistem pembelajarannya, harus lebih ditingkatkan supaya pengganguran tamatan dari perguruan tinggi bisa di tekan.
Intinya dalam kegiatan ini merupakan peran penting Perguruan Tinggi dalam dunia kerja yang harus dibekali dari awal pendidikan di kampus untuk kedepannya supaya bisa mengiringi perubahan Era Society 5.0 jelasnya.
Senada juga disampaikan oleh Rektor ITBHAS Heliyani, kegiatan ini merupakan kerjasama beberapa pihak antara lain Pegadaian, Galeri 24, UMKM, Kadin serta pemerintah Provinsi Sumbar dan Kota Bukittinggi, untuk menyelaraskan dunia kerja dengan perkembangan teknologi saat ini, ucapnya.
“Kita ingin bagaimana adanya pentahelix dunia usaha dengan pendidikan termasuk juga media melakukan kolaborasi peningkatan SDM hingga menimbulkan semangat membuka wawasan kepada akademisi dan pelaku ekonomi terutama di bidang UMKM ,” ujarnya
Banyak informasi yang di dapat, jadi bisa membuka cakrawala mahasiswa karena seminar juga hadirkan walikota Bukittinggi, dinas ketenaga kerjaan provinsi yang mewakili gubernur Sumatera barat.
Dalam Seminar ini Mahasiswa yang banyak hadir terutama bidang prodi bisnis digital, di ITBHAS ini mempunyai 5 prodi diantarnya Parodi manajemen S2, kemudian S 1 Akuntansi, S1 Manajemen, S 1 Bisnis Digital, dan program studi diploma D3 Akuntansi.
Dahulunya perguruan tinggi ini terkenal dengan STIE Haji Agus Salim Bukittinggi yang berdiri sejak 1985 kemudian April tahun 2021 berubah menjadi Institut Tekhnologi dan Bisnis Haji Agus Salim ( ITBHAS ) Bukittinggi hingga sekarang. Ujarnya.
Panitia Pelaksana Dona Amelia juga sampaikan Memang dari perguruan tinggi untuk selalu menganjurkan berkolaborasi terutama sekali dalam meningkatkan potensi ekonomi, dan mengedukasi masyarakat.
Jadi dari perguruan tinggi tangung jawab moral dan sosial dalam mendorong dan memaksimalkan dan menjalin kemitraan sebanyak mungkin terang Dona.
Senada juga disampaikan, Kadis Tenaga Kerja Sumbar Nizam Ul Muluk Dt. Bandaro Sati Sampaikan, kita harus hati hati sikapi era digitalisasi diketahui berbisnis 40 persen dengan pengangguran 6,17 % didominasi tamatan SMK dan Diploma.
Dalam Society 5.0 dimana komponen utamanya adalah manusia yang mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi agar dapat meminimalisir kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari.
Selanjutnya bagi Dunia Usaha dan Dunia Usaha Kerja (DUDIKA) kehadiran lembaga Pendidikan dan infrastruktur penunjang menjadi salah satu kunci dalam melahirkan penduduk usia produktif pungkasnya
Kegiatan dihadiri Walikoa Bukittinggi Erman Safar, Kadis Tenaga Kerja Sumbar Ir. Nizam Ul Muluk, Rektor ITBHAS DR. Heliyani, Kadis Pendidikan Sumbar Balius, Direktur SDG’s Unand Prof. DR. Elfindri yang juga Ketua Yayasan Indonesia Raya, Direktur PT. Galeri 24 Pegadaian Arifmon, Deputi Bisnis PT. Pegadaian Area Padang Januardi serta diikuti oleh Mahasiswa STBHAS, pelaku UMKM, dan tamu undangan lainnya. (alex)





















