Sumbartime.com,- Kamis,30/6/22 Kota Bukittinggi merupakan kota kecil yang berada di ketinggian
900-941 meter di atas permukaan laut, dengan suhu cuacanya yang sejuk, kota ini mampu mencuri perhatian, khususnya para wisatawan.
Situasi menjelang lebaran idul Adha 1443 H. Taman Marga Satwa Kinantan Bukittinggi (TMSBK) dan benteng For Decok
(BFD) tak pernah sepi pengunjung
Silvira Irawani Rianti, SP MSI kepala Taman Marga Satwa Bukittinggi Kinantan, saat ditemui awak media Sumbartime.com di ruangan kerjanya mengatakan Jumlah pengunjung untuk saat sekarang di lihat dari data yang kami peroleh, saat ini banyak kunjungan dari sekolah-sekolah karena tutup tahun ajaran, itu merupakan pengunjung dalam provinsi ataupun luar provinsi.
“Untuk pengunjung lokal kebanyakan dari kota tetangga seperti,kota Padang Solok, Payakumbuh dan sebagainya,”terangnya.
“Lebih lanjut Vivi mengatakan dan yang dari luar provinsi seperti,Riau, Jambi, Medan dan sebagainya , kebanyakan dari mereka itu rombongan.
Pada tahun 2021 kita hanya melakukan pemeliharaan, di TMSBK ataupun benteng for decok, ditahun 2022 ini kita ada rencana untuk revitalisasi, terutama di benteng Fort de kock.
Benteng ini merupakan salah satu cagar budaya, sebagaimana diketahui bahwa itu merupakan salah satu tempat wisata bersejarah,”ungkap Vivi
Terkadang pengunjung keliru atau salah mengartikan benteng itu sendiri,banyak yang beranggapan benteng merupakan menara air yang berada di tengah lokasi Fort De kock itu.
“Merujuk pada sejarah nya, bahwa benteng Fort De kock merupakan pertahanan yang di bangun oleh penjajahan Belanda di zamannya, dan batas-batasnya ialah parit-parit yang ada di sekelilingnya,”jelasnya.
“Harapannya untuk pengunjung, bisa menikmati indahnya kawasan wisata di kota ini,bisa teredukasi terhadap Satwa yang ada di TMSBK maupun di BFD dan dibenteng For De kock lebih ke edukasi wisata sejarah, dan nanti kita akan coba gali lebih jauh tentang sejarah benteng tersebut,”pungkas Vivi.
Sementara itu Rika salah seorang pengunjung TMSBK yang berasal dari pasir Pangaraian Riau mengatakan, kemarin kami sempat berunding,kemana tujuan kita untuk liburan tahun ini. Rika merupakan seorang guru SMA, ia membawa rombongan murid sekolahnya sebanyak 70 orang.
Sudah empat tahun kita tidak kesini, sekarang sudah banyak perubahan nya, areanya juga bersih sekarang, kita jadi betah lama-lama disini,”ucap Rika.
“Mudah-mudahan tahun depan kita kesini lagi dan kami berharap ada perubahan disini. Untuk Benteng Fort De kock nya sendiri sekarang udah cantik dan bersih,”Rika mengakhiri.
Adapun jumlah tenaga kerja dan petugas di TMSBK dan Benteng FDK yakni 39 orang, 19 orang merupakan pegawai kontrak, 20 pegawai negeri sipil (PNS), juga ada 21 orang tim pengaman(Satpam) dan cleaning servis (CS).
Ini merupakan tenaga adsorsing di bawah naungan perusahaan PT. Gito yang beralamatkan di kota Padang, kalau tenaga cleaning servis dibawah naungan PT.Telaga Gunung Singgalang, juga beralamatkan di kota Padang. (alex)


















