• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 96

Sumbar Time by Sumbar Time
11 Juli 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Sudah tentu si Bungsu tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan sisa tenaga, dia menyambar samurainya itu. Keempat anggota Kumagaigumi itu bukan main berangnya. Mereka sesaat melupakan si Bungsu yang tak berdaya. Serentak mereka menyerang orang lancang yang baru masuk itu.

ADVERTISEMENT

Namun yang berada paling depan, yaitu yang memakai samurai, terpekik dan terguling rubuh. Dia mendekap mukanya yang berdarah.
Ketiga lelaki lainnya segera maju. Namun lagi-lagi mereka terpekik. Dan kali ini, dua diantaranya mati. Yaitu yang memegang tombak bercabang tiga dan yang memekai rantai!

ADVERTISEMENT

Si Bungsu sendiri kaget bukan main melihat kecepatan lelaki ini. Dia seperti tak melihat pada keempat anggota Kumagaigumi itu. Namun gerakannya demikian cepat. Samurainya berkelabat seperti kilat yang amat sulit diketahui. Dua orang anggota Kumagaigumi yang masih hidup jadi kaget. Mereka kini terjepit antara dua lelaki yang kemahirannya bersamurai bukan main.

Yaitu antara lelaki baru masuk itu di pintu, dengan orang Indonesia itu dibahagian dalam kamar. “Sis…siapa engkau….?” Yang memakai tombak itu bertanya gugup. Lelaki itu mengangkat wajahnya. Dan dengan kaget, baik si Bungsu, terlebih lagi anggota Kumagaigumi itu mengetahui, bahwa lelaki ini ternyata buta! “Zato Ichi….!” Suara anggota Kumagaigumi itu terdengar seperti tangisan.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Lelaki yang buta itu menunduk. Dan yang tak tanggung-tanggung kagetnya adalah si Bungsu. dia kaget mendengar nama Zato Ichi itu.
Siapa di antara orang di Jepang yang tak mengenal dan mendengar nama Zato Ichi? Nama itu sebuah legenda. Nama seorang pahlawan rakyat Jepang. Seorang lelaki buta yang kecepatan samurainya hampir-hampir tak tertandingi.

Dan dengan kemahiran bersamurai itu, meskipun buta, dia malang melintang di seluruh tanah Jepang. Berkelana dari satu negeri ke satu negeri menegakkan keadilan. Dia seperti malaikat penolong orang-orang teraniaya. Meskipun matanya buta, tapi hatinya sangat mulia. Orang Jepang mendewakan dia. Kaum penjahat sangat menakutinya.

Dan si Bungsu mendengar kisah kepahlawanan Zato Ichi si pendekar buta ini. Dia mendengar cerita itu dari Kenji dan adik-adiknya. Namun, bukankah masa Zato Ichi sudah lama sekali berlalu? Nama itu kini hanya terdengar sebagai suatu legenda. Seorang tokoh di masa lalu. Dan kalu kini dia hadir dalam kamarnya, bukankah itu suatu keanehan? Dan keanehan itu juga terasa di hati anggota Kumagaigumi itu. Zato Ichi sudah lama lenyap.

Bahkan banyak orang menyangka dia telah lama mati. Kini siapa yang tegak di pintu itu? Dan suara lelaki buta itu seperti menjawab pertanyaan tersebut: “Ya, saya Zato Ichi….” Suaranya perlahan, lembut dan sabar sekali.
“Tet….tet…tetapi engkau sudah lama mati…” Zato Ichi tertawa renyai. Dia menunduk. “Ya, saya sudah lama mati. Dan yang ada kini adalah hantu yang akan memusnahkan kejahatan kalian….” Suaranya seperti bergurau, namun anggota Kumagaigumi itu takutnya bukan main.

Dia mundur, dan tiba-tiba tangannya yang bertombak itu menyerang si Bungsu. kalau orang ini benar Zato Ichi, maka dia harus berjuang keras untuk bisa hidup. Dan jalan pertama yang dia tempuh adalah menyudahi orang Indonesia yang masih duduk terhenyak ke dinding itu. Tombaknya terangkat. Namun si Bungsu sudah waspada. Begitu tombak orang itu terayun, tangannya yang bersamurai juga terayun.

Tombak itu meluncur amat kencang. Tapi pada saat yang bersamaan, samurainya juga lepas terhayun menyerang anggota Kumagaigumi itu. Si Bungsu melontarkan samurainya sambil menggulingkan tubuhnya ke lantai. Tombak bercabang tiga itu menghujam ke dinding, sejari dari leher si Bungsu. dan lelaki anggota Kumagaigumi itu terlolong. Lontaran samurai si Bungsu persis menerkam jantungnya.

Lelaki itu mendelik, menggelepar. Dan mati! Kini hanya seorang anggota Kumagaigumi lagi. Yaitu yang tadi mukanya disabet dengan samurai hingga berlumur darah oleh Zato Ichi.Lelaki itu mundur ketakutan. Dia mengambil rantainya dan menyerang Zato Ichi di pintu. Suara rantainya gemercing dan menimbulkan angin yang bersuit. Namun dengan sebuah putaran tubuh yang cepat samurai Zato Ichi bekerja. Lelaki itu mati dengan bahu belah!

Kamar itu kini berubah jadi kamar pembantaian. Darah membanjir dimana-mana. Dan empat mayat melang melintang. Kini yang hidup dalam kamar itu hanya mereka berdua. Si Bungsu dari Situjuh Ladang Laweh dan Zato Ichi, pahlawan samurai negeri Jepang! Si Bungsu kembali duduk di sisi tombak bercabang tiga yang menancap dalam di dinding kamar.

Dia belum mampu tegak. Sebab dada, perut, tangan dan pahanya luka parah. Yang terasa sangat sakit adalah luka dipahanya bekas dihujam tombak bercabang tiga itu. Dia menatap pada Zato Ichi. Zato Ichi bersandar ke pintu. Dan perlahan, tubuhnya yang bersandar itu meluncur turun lalu duduk dilantai dengan tetap bersandar. Kepalanya terangkat. Dia seperti menatap pada si Bungsu.

Dan untuk pertama kalinya si Bungsu melihat bahwa lelaki yang bernama Zato Ichi ini sebenarnya sudah tua. Kerut di wajahnya, serta rambutnya yang sudah memutih membuktikan ketuaannya itu. Namun, secara menyeluruh, lelaki itu kelihatan penyabar dan tenang. Sikapnya tidak hanya menimbulkan rasa kasihan, tapi juga menimbulkan rasa simpati.

“Domo arigato gozaimasu Ichi-san. Saya banyak mendengar kehebatan Zato Ichi-san…” dia berkata perlahan. Zato Ichi menarik nafas panjang. Kemudian menunduk. “Luar biasa. Benar-benar luar biasa. Seorang asing menjadi jagoan samurai yang ditakuti di negeri Jepang. Heh…heh..engkau benar-benar seorang yang luar biasa Bungsu-san…”

Zuara Zato Ichi bergema dari tempat duduknya di lantai dan bersandar ke pintu. Si Bungsu diam. Dia berusaha tegak. Namun dengan keluhan sakit, dia terduduk lagi. “Hmmm, nampaknya engkau luka parah. Kamar ini terlalu bau bangkai, engkau harus keluar dari sini anak muda….” Zato Ichi berkata. “Ya, saya rasa saya menang harus keluar. Tapi….” Suaranya terhenti.

“Saya bisa membantumu. Mari…..” Zato Ichi berdiri. Dan si Bungsu melihat betapa lelaki itu tegak bertumpu dengan samurainya yang merangkap sebagai tongkat. Kemudian dengan tongkat itu pula, dia melangkah tertatih-tatih mencari jalan. Bila ujung tongkatnya menyentuh mayat salah seorang anggota Kumagaigumi, dia lalu menghindarkan langkahnya dari sana.

Caranya berjalan sangat mengharukan. Dengan beberapa kali tersandung pada tubuh mayat-mayat itu, akhirnya Zato Ichi sampai ke dekat si Bungsu.
Dia berjongkok. Meraba tangan, dada dan paha si Bungsu. “Hmmm, mereka membantaimu Bungsu-san…” katanya perlahan. Dan dengan berpegang ke tangan Zato Ichi si Bungsu berdiri.

Diam-diam Zato Ichi merasa kagum atas ketangguhan anak muda ini. Tangguh dalam bersamurai dan tangguh dalam mengahadapi derita.
Dan senja itu, dia pindah dari hotel tersebut. Dengan sebuah taksi yang dipanggilkan oleh pelayan hotel dia dibawa Zato Ichi jauh ke luar kota. Ke sebuah kuil tua.

Di bahagian belakang kuil itu ada sebuah rumah kecil. Dan rupanya di rumah inilah Zato Ichi tinggal. Itu terbukti dengan bergantungan beberapa helai pakaian Zato Ichi. “Nah, tenanglah. Kita akan coba mengobati luka-lukamu. Disini engkau aman. Takkan ada orang yang mencarimu kemari….” Kata Zato Ichi sambil berjalan ke meja.

Kamar ini nampaknya sudah dia kenali betul letak-letak barangnya. Sebab si Bungsu melihat betapa dengan mudah dia melangkah ke segenap penjuru tanpa menabrak benda-benda dalam rumah kecil itu. Sementara Zato Ichi merabut obat, si Bungsu masih digeluti penasaran heran dan takjub. Heran kenapa lelaki yang jadi tokoh legenda itu bisa hadir di kamarnya tadi?

Takjub, apakah benar bahwa lelaki ini adalah Zato ichi, pahlawan samurai yang tersohor itu? “Kota nampaknya semakin ramai….” Suara Zato Ichi terdengar perlahan. Si Bungsu yang terbaring di tempat tidur menolehkan kepala. Tak berniat memberikan komentar. Dia ingin mendengar lebih banyak tentang lelaki ini.

“Dahulu, tiga puluh tahun yang lalu, ketika saya masih muda, Kyoto adalah kota yang tenang. Penduduknya memang ramai. Tapi mobilnya tak sebanyak sekarang. Hanya ada dua atau tiga mobil. Kini ribuan. Ah, orang buta seperti saya akan hancur digilasnya kalau sering ke kota….”
Si Bungsu tetap tak memberikan komentar. Zato Ichio meneruskan meramu obat. Dan si Bungsu segera mengetahui, bahwa Zato Ichi ternyata juga seorang yang mahir dalam meramu obat tradisional.

ADVERTISEMENT

Hal itu segera dia ketahui ketika melihat lelaki itu mengeluarkan akar-akar dan beberapa jenis batu-batuan yang dia kikis. “Negeri ini dahulu adalah negeri yang aman. Tapi tentara membuat seluruh jadi berobah. Keinginan untuk berkuasa di Asia merembet untuk berkuasa di dunia. Akhirnya menjerumuskan bangsa kedalam kancah peperangan yang menghancurkan diri sendiri….” Zato Ichi berkata terus sambil terus pula meramu obat.

Dan obat itu dia teteskan ke luka di dada. Mula-mula rasa panas menyengat. Kemudian sakit dan pedih yang menggigilkan jantung. Namun si Bungsu segera membandingkannya dengan rasa sakit ketika dia diazab dalam terowong Jepang di Bukittinggi. Yaitu ketika kukunya dicabut dan jarinya dipatahkan satu demi satu.

Siksaan itu jauh lebih sakit daripada yang sekarang. Karena itu, dia hanya memejamkan mata. Dan Zato Ichi kembali terkejut melihat daya tahan anak muda ini. Demikianlah, obat itu disiramkan ke seluruh luka di tubuh si Bungsu. kemudian ditempel dengan sejenis daun kayu yang telah didiang panas ke api. Peluh si Bungsu meleleh membasahi tubuhnya ketika pengobatan itu selesai.

“Benar-benar luar biasa. Engkau benar-benar lelaki tangguh Bungsu-san….” Kata Zato Ichi. Namun suaranya tak didengar lagi oleh si Bungsu.
Anak muda itu sudah tertidur. Obat tradisional itu memang bercampur dengan sejenis candu. Candu yang kadar biusnya amat besar. Zat bius itu mengalir di pembuluh darahnya lewat luka yang ditaburi obat tersebut.

Demikian kesarnya zat rekat candu dan zat bius dalam obat itu, sehingga si Bungsu serta merta jadi tertidur sebelum pengobatan itu selesai. Zato Ichi menarik nafas panjang. Dia lalu membereskan peralatan obat-obatannya. Setiap pagi selama tiga hari berturut-turut obat itu harus dia ganti. Dan obat itu memang amat mujarab. Obat tradisional Jepang yang kesohor untuk mengobati luka yang betapa parahnya sekalipun.

Selesai mengemasi peralatan. Zato Ichi menuju ke Kuil Tua di depan rumah kecil dimana si Bungsu terbaring itu. Di Kuil itu dia sembahyang dan berdoa. Kemudian dilantai depan kuil itu, yang terbuat dari kayu keras dan licin mengkilat, dia terbaring.

Angin bertiup dari danau di depannya. Membuat rasa lelahnya lenyap. Dan dia juga tertidur di sana. Tak jauh dari tempatnya berbaring, di pohon-pohon sakura, malam itu burung-burung malam menggigil kedinginan.

Musim dingin tahun ini telah berjalan beberapa hari. Makin lama udaranya masih menusuk. Di Kuil tua itu nampaknya tak ada orang lain. Dan kuil itu juga tak membutuhkan lampu. Sebab satu-satunya orang yang ada di sana juga tak membutuhkan penerangan.

Apa gunanya penerangan bagi Zato Ichi yang buta? Zato Ichi, siapa yang tak mengenal nama itu di Jepang? Dia adalah tokoh samurai penolong rakyat miskin. Samurainya selalu menebas kezaliman. Puluhan tahun yang lalu, dia muncul di setiap ada kezaliman. Menolong orang yang tertindas. Kemudian pergi tanpa bekas bila pertolongannya tak lagi dibutuhkan orang.

Tapi saat itu, orang Jepang sendiri sudah melupakan Zato Ichi. Bukan karena kepahlawanannya sudah ada yang menandingi. Tidak. Tapi dia dilupakan karena zaman Zato Ichi sudah lama berlalu. Perang samurai sudah digantikan dengan gemuruhnya bunyi bedil dan pesawat udara. Pahlawan-pahlawan dalam peperangan di Asia Raya lebih populer.

Demikian pula pahlawan-pahlawan udara seperti Saburo yang legendaris.
Siapa yang tak mengenal dan tak membicarakan nama pilot dan pahlawan Kamikaze yang bernama Saburo itu? Dia dengan pesawat jenis Kamikazenya itu muncul di atas Armada Perang Amerika. Menyapu kapal-kapal perang itu dengan mitraliyur dan bomnya. Menenggelamkan sebahagian besar kapal kapal perang tersebut.

Kemudian merontokkan pesawat pesawat udara Amerika yang coba mencegat atau mengepungnya. Lalu dia pulang kepangkalan dengan tubuh pesawat yang robek atau bolong oleh terkaman peluru musuh. Tapi esoknya, dengan tubuh pesawat seperti tapisan kelapa itu, Saburo mengudara lagi. Menenggelamkan lagi kapal kapal perang dan merontokkan pesawat udara. Begitu terus.

Hingga dia menjadi pahlawan Jepang yang kesohor. Dan itulah kenapa sebanya Zato Ichi terlupakan. Siapa nyana, justru saat angkatan perang Jepang itu runtuh di bawah kaki Sekutu, saat itu pula pahlawan samurai itu muncul. Suatu kemunculan yang tak seorangpun pernah menduga. Generasi Zato Ichi, umumnya sudah berkubur. Kalaupun ada orang yang mengenalnya, itu hanya dari cerita dan dongeng saja.

Siapa sangka, ternyata lelaki jagoan samurai itu, saat ini masih sehat walafiat dan kini menolong seorang “jagoan” samurai lainnya yang berasal dari Indonesia, si Bungsu! Kehadiran Zato Ichi memang merupakan suatu “keajaiban”. Lelaki ini ternyata hidup dengan hati tenteram. Di saat orang menyangka bahwa dia sudah mati, di saat itu pula sebenarnya dia tengah berkelana dari sebuah pengunungan ke pengunungan lainnya.

Memakan buah-buahan dan daun-daun berkhasiat. Itulah salah satu penyebanya, kenapa dia kelihatan masih utuh. Tidak segera jadi tua renta seperti jamaknya manusia di kota bila mencapai usia seperti dia.
Lalu kenapa hari ini dia muncul tiba tiba? Dan kenapa kemunculannya justru di kamar hotel si Bungsu di saat anak muda itu diancam maut? Apakah itu suatu kebetulan atau memang ada yang mengatur? Hal ini memang masih merupakan suatu misteri. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Diduga Alami Penganiayaan Fisik Selama 3 Tahun, Remaja di Padang Kirim Surat Terbuka ke Presiden Minta Perlindungan

Next Post

Wako Riza Falepi Imbau Panitia Qurban Agar Menyembelih Ternak Qurban Yang Jantan

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Wako Riza Falepi Imbau Panitia Qurban Agar Menyembelih Ternak Qurban Yang Jantan

Wako Riza Falepi Imbau Panitia Qurban Agar Menyembelih Ternak Qurban Yang Jantan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

31 Mei 2026
Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

22 Mei 2026
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026

Berita Terbaru

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

31 Mei 2026
Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

22 Mei 2026
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.