• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 53

Sumbar Time by Sumbar Time
11 Desember 2022
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Si Bungsu tetap bungkam. Dan kembali kelingkingnya dipatahkan. si Bungsu memekik. Namun dia tetap diam, tak mau membuka rahasia.“Tahan . .” tiba-tiba ada suara. Dan yang bersuara tak lain daripada Kari Basa. Letnan itu menoleh padanya.“Kau mau mengaku?”“Baik saya mengaku, tapi lepaskan anak muda itu. Dia tak bersalah . . .”“Ooo. Kau kenal padanya ya … ?”

ADVERTISEMENT

“Justru karena saya tak kenallah makanya dia harus dibebaskan. Dia tak ada sangkut pautnya dengan perjuangan kami. Kami tak mengenalnya.” Si Bungsu menatap Kari Basa. Apakah ini semacam penyingkirannya dari kalangan pejuang-pejuang ini? Apakah Kari Basa berkata begitu karena si Bungsu juga pernah berkata begitu ketika rapat di Birugo dahulu?Ketika pertanyaan begitu berkecamuk dalam fikiran si Bungsu, Kari Basa sekilas menatap padanya.

ADVERTISEMENT

Dan dari cahaya mata lelaki tua itu, dia dapat menangkap. Bahwa Kari Basa hanya membuat siasat.Namun kelegaan hatinya segera lenyap ketika letnan itu berkata :“He..he tak ada sangkut paut kalian? Kalian saling tak mengenal? He. .he Bukankah kalian sama-sama hadir ketika rapat di Birugo dahulu? Bukankah kau punya hubungan dengan Datuk Penghulu? Nah, dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa kalian punya hubungan.

Jangan kami pula hendak kalian bohongi.” Dan kali ini penyiksaan dilakukan berbarengan.Si prajurit mengerjakan tubuh si Bungsu, si sersan mengerjakan Kari Basa. Kedua serdadu sadis ini lihai dalam pekerjaannya. Meskipun korbannya sudah remuk redam, sudah cabik-cabik tapi mereka jaga agar si korban tak segera mati.Mereka amat ahli dalam hal ini.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Bagaimana menyiksa tawanan sampai separoh mampus, bahkan terkadang sampai tiga perempat mampus, tapi tetap saja tak sampai mampus. Dan itulah penderitaan yang ditanggung oleh kedua orang itu.Si Bungsu sudah hampir mampus ketika dia dengar suara letusan.Letusan sekali. Dua kali. Tiga kali!Dia merasa dirinya amat luluh. Dirinyakah yang kena tembak? Kari Basa kah?

Dia tak merasakan sakit karena seluruh tubuhnya adalah sakit itu sendiri. Dia tak merasa menderita karena tembakan itu karena dirinya adalah puncak dari penderitaan itu sendiri.Dan diapun terkulai. Sampai disini ajalku…..bisiknya. Dan dia juga yakin, bahwa bersama ajalnya, orang tua yang bernama Kari Basa itupun tamat pulalah riwayat hidupnya.Namun tak demikian terjadi.Teman-teman Datuk Penghulu dan Kari Basa mengetahui penangkapan terhadap kedua orang itu.

ADVERTISEMENT

Perintah langsung dari Engku Syafei menyuruh membebaskan mereka. Sebuah “pasukan khusus” yang beruniform beranggotakan sebelas orang segera diberangkatkan. Mereka mempergunakan beberapa bedil dan pistol yang selama ini secara dia,-diam dicuri atau dibeli dengan sangat rahasia. Bahkan ada beberapa bedil peninggalan Belanda.Tugas untuk mengetahui dimana kedua orang ini ditahan dierahkan pada Tai-I (Kapten) Dakhlan Djambek. Namun untuk menemui Kapten ini bukan main sulitnya.

Jepang memang telah mencium adanya gerakan pribumi yang akan menentang penjajahan.Karena itu setiap Anggota Gyugun, mulai dari prajurit sampai para perwira diawasi dengan ketat. Hanya dengan sangat susah payahlah Tai-I Dakhlan Djambek bisa berhubungan dengan teman-temannya. Namun setelah dua hari berusaha, Dakhlan Djambek masih belum berhasil mengetahui dimana kedua orang itu ditawan.

Para pimpinan tentara Jepang nampaknya memang telah waspada sejak semula pertama menjejakkan kakinya di Indonesia. Mereka sudah menduga bahwa lambat laun perlawanan dari penduduk-penduduk setempat kepada para penjajah pastilah akan timbul.Karena itu para Gyugun yang berasal dari pemuda-pemudi Indonesia tak pernah ditugaskan di proyek-proyek militer yang vital.

Dan di Bukittinggi mereka tak pernah ditugaskan di bawah kota yang sedang digali itu.Yang bertugas mengawasi pekerjaan atau mengawasi pemasukan amunisi hanyalah balatentara Jepang asli. Karena itu Dakhlan Djambek dan kawan-kawannya para Gyugun yang lain tak pernah mengetahui secara mendetail tentang situasi terowongan itu.Dia berusaha keras untuk mengetahui ruangan-ruangannya, tapi akhirnya dia menyerah.

Tak mungkin untuk mengetahui secara terperinci, apalagi dengan pengawasan yang ketat dari Kempetai terhadap Gyugun. Pada hari kedua, yaitu pada batas waktu yang diberikan, Kapten ini memberikan laporan akhir tentang penyelidikannya.Isi laporan itu:“Tak mungkin untuk menyelediki terowongan itu dengan cara intelijen. Tapi saya yakin, kedua mereka ditawan dalam salah satu kamar di dalam terowongan tersebut.

Sebab beberapa tawanan sekutu juga dibawa kesana. Untuk mengetahui dimana mereka ditahan, satu-satunya jalan adalah menangkap dan memaksa salah seorang Kempetai yang pernah membawa tawanan kesana. Saya akan mengatur jebakan. Sediakan orang yang akan menanyainya.” Dan surat yang disampaikan melalui kurir beranting itu akhirnya dilaksanakan.

Seorang sersan Kempetai dengan cara yang sangat halus berhasil dijebak di Kampung Cina ketika sedang minum-minum sake dan memeluk seorang perempuan.Perempuan itu dia bawa ke hotel. Di tangga hotel yang teram-temaram keduanya dipukul hingga pingsan. Si perempuan yang berkulit hitam manis dibiarkan tergolek di sana. Si sersan dibawa dengan sebuah truk ke sebuah tempat.

Dari mulut sersan inilah diketahui detail kamar tawanan tersebut. Semula si sersan tak mau mengaku, tapi ketika sebuah jari tangannya dipatahkan meniru kekejaman Kempetai, sersan itu menyerah. Lalu membuka rahasia kamar tawanan itu.Dan ketika pengakuannya selesai, dia terkejut takkala melihat seorang perwira Gyugun masuk rumah itu. Dia segera tegak dan memberi hormat dengan sikap sempurna.

Dia jadi gembira, karena denga kehadiran perwiranya itu berarti kebebasan baginya dari tangkapan ekstrimis ini.Namun dia segara terkejut takkala melihat perwira itu menatapnya. Orang yang mematahkan jarinya itu mengambil sebilah samurai. Memberikan kepada sersan itu. Sersan itu terheran-heran. Rasa herannya berobah jadi rasa terkejut ketika perwira Gyugun itu berkata dengan nada memerintah:“Harakiri….!”

Sersan Kempetai itu melongo.“Harakiri..!!” lagi-lagi perintah perwira itu bergema. Dan kini sama-sama jadi jelas soalnya oleh si sersan. Dia diperintahkan harakiri (bunuh diri) pastilah salah satu sari dua sebab. Pertama karena dia telah membocorkan rahasia militer. Kedua karena perwiranya ini berada dipihak orang yang menangkap dan mematahkan jari tangannya.

Dan dia menduga , bahwa sebab kedualah yang paling besar kemungkinannya.“Tai-i……..?” katanya lagi.“Saya orang Indonesia. Jepang sudah terlalu banyak membunuh bangsa saya. Kini kau harakiri atau gunakan samurai itu untuk melawan…membebaskan diri….,” Perintah Tai-I yang tak lain daripada Dakhlan Djambek itu membuat tubuh si sersan menggigil.

Dia sudah tentu  memilih yang kedua. Yaitu mempergunakan samurai itu untuk melawan. Sebab baginya tak ada harapan untuk hidup. Demikian putusan Dakhlan Djambek. Kalau Jepang ini tak dibunuh, maka rahasia penangkapannya akan bocor. Dan kebocoran itu membahayakan perjuangan.Sersan itu menebaskan samurainya. Orang pertama yang dia serang dengan samurainya adalah orang yang paling dekat dengannya.

Orang itu adalah Tai-I Dakhlan Djambek. Tebasan samurainya amat cepat mengarah pada leher Kapten itu.Namun Dakhlan Djambek adalah seorang perwira yang dididik dengan kekerasan disiplin militer Jepang. Karena dia perwira, maka kepadanya juga diajarkan cara menggunakan samurai. Dan kemana-mana, perwira Jepang umumnya membawa samurai. Demikian juga dengan Kapten ini.

Begitu sabetan samurai si sersan terayun, sesuai dengan latihan dasar yang diterima, dia mundur dengan cepat dua langkah ke belakang. Kemudian ketika serangan berikutnya datang, dia menggeser tegak dua langkah. Dan si sersan lewat disampingnya.Dengan cepat sersan itu memutar tegak dan kembali mengayunkan samurainya. Namun saat itu pula samurai di pinggang Tai-I Dakhlan Djambek keluar dari sarungnya.

Putaran tubuh si sersan di silang oleh tebasan samurai Dakhlan Djambek. Bahu kanan sersan itu hampir putus. Sabetan kedua membuat kepalanya hampir putus. Dia jatuh. Tapi kematian datang sebelum tubuhnya mencapai lantai rumah. Perlahan-lahan Kapten itu memasukkan samurainya kesarangnya setelah melapnya ke baju sersan yang rubuh itu“Kuburkan dia malam ini.

Dan malam ini juga kedua kawan-kawan itu harus dibebaskan. Mulai hari ini kontak antara teman-teman dengan kami para Gyugun harus diputuskan buat sementara waktu. Situasi tambah panas. Kabarnya di Jakarta telah terjadi sesuatu. Saya yakin saatnya untuk kemerdekaan sudah dekat. Karena itu, tunggu perkembangan selanjutnya. Salam saya untuk para pimpinan yang lain. Juga buat kedua teman-teman yang ditawan itu….” Dan kapten ini lenyap ke dalam gelapnya malam.

Kejadian pembunuhan terhadap sersan Kepmpetai itu tepatnya berlangsung pada tanggal 5 Agustus 1945. Dua belas hari setelah itu, Kemerdekaan Indonesia di proklamirkan di Jakarta.Kembali pada saat-saat letusan bergema dalam gua sesaat sebelum si Bungsu jatuh pingsan. Letusan itu ternyata bukan ditujukan pada dirinya atau pada diri Kari Basa.

Letusan itu adalah letusan bedil dan pistol “pasukan khusus” yang membebaskannya.Pejuang-pejuang bawah tanah itu berhasil bergerak cepat dan menemukan tempatnya sebelum terlambat sangat. Letusan pertama adalah letusan yang ditujukan ke kepala penjaga di luar pintu kamar tahanan.Begitu penjaga itu mati, pintu diterjang. Dan letusan-letusan berikutnya ditujukan pada si Letnan, si sersan dan prajurit yang ada dalam ruangan itu.

Ketiga Kempetai sadis ini mati saat itu juga. Mereka tak sedikitpun menyangka akan ada perlawanan begitu dahsyat. Ketiga mereka mati dengan kepala rengkah kena tembak.Dan enam orang “pasukan khusus” yang masuk keruangan itu pada mengucap istigfar takkala melihat keadaan tubuh kedua teman mereka yang tergantung itu. Yang tergantung itu bukan lagi tubuh manusia.

Tapi lebih tepat untuk dikatakan sebagai manusia yang telah dijagal.Namun harapan kembali timbul ketika mereka melihat bahwa kedua orang itu masih bernafas. Dengan gerakkan cepat, kedua mereka dilepaskan dari belenggunya. Kunci belenggu berada dalam kantong si letnan.Dan tengah malam itu juga, kedua mereka dibawa ke rumah orang yang telah menyiapkan penampungan dan pengobatan.

Pengobatan disediakan sesuai dengan pesan Kapten Dakhlan Djambek. Bahwa setiap tawanan Jepang yang dibawa ke terowongan di bawah kota itu, bila sempat keluar hanya akan mengalami dua hal.Pertama mati. Dan kedua tubuh mereka lumat. Maka yang kedua hampir-hampir menemui kenyataan. Makanya obat-obatan telah disediakan. Kedua mereka dirawat di rum,ah yang berlainan.

Setelah tubuh kedua orang itu sampai di rumah yang dimaksud, pasukan khusus itu lenyap. Dan jejaknya tak pernah tercium sedikitpun!.Pihak militer Jepang bukan main kagetnya atas serbuan dan penculikan tersebut. Mereka memeriksa setiap rumah penduduk untuk mencari jejak para penculik dan kedua tawanan itu.

Ada delapan orang yang jadi korban dipihak mereka dalam peristiwa itu. Yang pertama sersan pengawas bahagian peta penggalian terowongan. Sersan ini yang mati di tebas Tai-I Dakhlan Djambek tak pernah ditemukan mayatnya. Tiga orang lagi adalah penyiksa sadis yang mati dalam kamar tahanan. Yang satu mati di pintu bahagian luar kamar tahanan tersebut.

Sedangkan tiga orang lainnya mati di sepanjang terowongan menuju ke kamar tahanan.Pihak Jepang segara dapat menduga, bahwa kamar tahanan itu diketahui melalui mulut si sersan pengawas bahagian peta penggalian terowongan. Mereka menyangka bahwa seluruh jaringan dan penyimpanan amunisi vital dalam terowongan itu telah diketahui oleh pejuang-pejuang pribumi.

Makanya mereka memasang perangkap untuk menjebak kalau-kalau pejuang-pejuang itu muncul lagi.Namun pejuang-pejuang itu tak pernah mengorek keterangan tentang hal-hal lain mengenai terowongan tersebut. Tugas mereka hanya mengetahui dimana si Bungsu dan Kari Basa ditahan. Kemudian membebaskan kedua orang itu. Dari segi ini, para pejuang itu memang alpa.

Kalau saja mereka bisa sedikit sabar dalam menghadapi si sersan, kemudian merencanakan masak-masak akan banyak sekali rahasia tentang terowongan itu yang akan terungkapkan.Itulah sebabnya kenapa sampai puluhan tahun kelak, yaitu sampai turunan demi turunan, terowongan di bawah kota itu tetap saja merupakan suatu misteri yang tak kunjung terungkapkan.

Tak seorangpun di kota itu yang tahu dengan pasti, berapa panjang terowongan di bawah kota mereka.Misteri itu tetap tak terungkapkan, karena selama puluhan tahun tak ada yang berminat untuk menyelidikinya. Baik menyelidiki dengan mencari peta rencana pembuatan terowongan tersebut. Peta itu pasti ada pada pihak militer Jepang.Akibat dari peristiwa itu, pihak Kempetai makin curiga pada anggota Gyugun.

Namun mereka tak pernah mendapatkan bukti akan keterlibatan para Gyugun itu. Seluruh anggota Gyugun yang ada di Bukittinggi diinterogasi. Dimana dan kemana mereka dimalam lenyapnya si Sersan yang memegang rahasia terowongan itu.Semua anggota Gyugun mempunyai alibi. Punya bukti-bukti bahwa mereka berada disuatu tempat, dimana banyak orang jadi saksi. Tai-I Dakhlan Djambek sendiri yang ikut diinterogasi pihak Kempetai, mempunyai alibi (alasan) yang kuat. Bahwa dia tak ikut dalam gerakan itu.. Bersambung>>>

Ativador Windows 10

ADVERTISEMENT
Previous Post

Cak Imin Sebar 10 Ton Sembako Di Limapuluh Kota

Next Post

Gubernur Sumbar Menerima Bantuan Relawan PLN Untuk Penanganan Covid-19

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Gubernur Sumbar Menerima Bantuan Relawan PLN Untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Sumbar Menerima Bantuan Relawan PLN Untuk Penanganan Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

6 Mei 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026

Berita Terbaru

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

6 Mei 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.