Yayasan IESA Dorong Pemda Akui Warisan Pemikiran Tan Malaka

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan IESA Dorong Pemda Akui Warisan Pemikiran Tan Malaka. (Foto: Dito Razaaq/CC BY 4.0)

Yayasan IESA Dorong Pemda Akui Warisan Pemikiran Tan Malaka. (Foto: Dito Razaaq/CC BY 4.0)

PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Yayasan IESA mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk bersikap objektif dan berhenti bersikap alergi terhadap sosok Tan Malaka. Frizal Ridwan menekankan bahwa negara telah menetapkan Tan Malaka sebagai pahlawan nasional melalui Kepres, sehingga pemerintah daerah seharusnya tidak lagi mengabaikan sejarah tokoh pendiri bangsa tersebut dalam agenda resmi maupun simbol daerah.

Frizal Ridwan dari Yayasan IESA menyoroti ketidakhadiran sosok Tan Malaka dalam hymne resmi Sumatera Barat, meskipun sudah ada peraturan gubernur yang mengaturnya. Hal ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap sejarah tokoh bangsa yang lahir di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa pelurusan sejarah sangat penting untuk dilakukan agar generasi muda memahami kontribusi besar para pendahulu.

Meluruskan Sejarah dan Trauma

Menurut Frizal, trauma masa lalu terkait peristiwa PRI dan PKI 1965 telah membuat pemerintah daerah bersikap dangkal dan takut terhadap nama Tan Malaka. Padahal, tokoh tersebut merupakan sosok religius yang hafal Al-Qur’an sejak usia 13 tahun. Ia mengajak pemerintah untuk meninggalkan narasi lama yang tidak berdasar dan mulai bangga dengan peninggalan sejarah daerah.

Yayasan IESA kini fokus mengurus legalitas cagar budaya rumah Tan Malaka serta memperjuangkan hak intelektual atas karya-karya beliau. Frizal menyebutkan bahwa terdapat 47 buku karya Tan Malaka yang perlu dikelola secara profesional. Yayasan berperan sebagai jembatan bagi ahli waris dan negara dalam menyelesaikan perselisihan administratif yang selama ini menghambat pengakuan penuh terhadap warisan sang pahlawan.

Pentingnya Dukungan Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Frizal mengungkapkan bahwa selama ini kegiatan haul Tan Malaka lebih banyak diinisiasi oleh yayasan tanpa dukungan berarti dari Pemda. Ia berharap ke depan pemerintah, baik tingkat kota maupun provinsi, dapat lebih proaktif dalam menghargai aset sejarah. Pengakuan resmi sangat diperlukan agar nilai-nilai perjuangan Tan Malaka dapat menjadi darah daging bagi generasi mendatang.

Selain masalah administratif, Yayasan IESA juga berupaya mengumpulkan kekuatan untuk mempublikasikan kembali karya-karya Tan Malaka yang masih berbahasa asing. Dengan bantuan berbagai pihak, yayasan memastikan bahwa setiap upaya cetak ulang buku tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjaga agar pemikiran revolusioner Tan Malaka tetap relevan bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Berita Terkait

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap
Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru
Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh
Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi
Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian
Korupsi Kredit Bank Nagari, Kejari Pasaman Menyita Aset
Tambang Emas Ilegal Pasaman Ditindak, Operator Ditangkap
Polresta Padang Tahan Residivis Curanmor di Lubuk Begalung

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:29 WIB

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian

Berita Terbaru

Room karaoke BFF Family Karaoke & Mini Cinema Payakumbuh. (Foto: Dok. BFF Family Karaoke & Mini Cinema)

Gaya Hidup

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 Nov 2026 - 18:29 WIB

Personel Polres Payakumbuh menggelar apel sebelum patroli KRYD. (Foto: Dok. Humas Polres Payakumbuh)

Peristiwa

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 Nov 2026 - 18:11 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran

Senin, 2 Nov 2026 - 13:07 WIB

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar

Senin, 2 Nov 2026 - 13:06 WIB