Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amfiteater INS Kayutanam dengan barisan bangku batu. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0 / Wikimedia Commons))

Amfiteater INS Kayutanam dengan barisan bangku batu. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0 / Wikimedia Commons))

KAYUTANAM, Sumbartime.com — Pada 31 Oktober 1926, Mohammad Sjafei membuka Indonesisch Nederlandsche School (INS) di lereng bukit Kayutanam, Padang Pariaman. Seratus tahun kemudian, prinsip yang ia tanamkan masih terdengar menyegarkan: alam takambang jadi guru.

Sekolah itu lahir bukan dari gedung megah atau kurikulum rumit, melainkan dari satu pertanyaan sederhana: untuk apa manusia bersekolah jika pendidikan justru menjauhkannya dari kehidupan? Sjafei menolak gagasan sekolah sebagai pabrik nilai. Ia membalik arah: pendidikan harus menemukan kemampuan manusia lewat pengalaman empiris, kerja, dan pergaulan dengan alam.

Kerajinan bukan pelengkap

Di INS, kerajinan tangan, keramik, anyaman, pertanian, musik, lukisan, drama, dan sastra bukan pelajaran tambahan untuk mengisi waktu luang. Semuanya dipandang sebagai piranti kehidupan, cara seorang anak mengenali dirinya sekaligus memecahkan persoalan konkret di hadapannya.

Karena itu INS kerap disebut lebih tua daripada Republik. Sekolah ini berdiri 19 tahun sebelum Indonesia merdeka, dan menjadi salah satu episentrum pendidikan di Minangkabau yang ikut menyemai gagasan kebangsaan.

Warisan dan para pewaris

Pada peringatan seabad, 31 Oktober 2026, alumnus INS Kayutanam Willy Aditya menyoroti tantangan yang jarang dibicarakan: ketika warisan berhadapan dengan para pewarisnya. Menurut dia, pendidikan hari ini cenderung menjadi kosmetik intelektual, diukur dari angka dan peringkat, bukan dari kemampuan menjalani hidup.

“Pendidikan bukanlah kosmetik intelektual,” tulis Willy dalam refleksinya. Ia mengingat masa sekolahnya, ketika nilai matematika sepuluh tidak membuat seorang murid lebih tinggi daripada teman yang mahir bertukang atau memainkan biola.

Ia juga berpesan agar generasi penerus tidak berhenti pada status ahli waris. “Jangan hanya menjadi ahli waris Engku Sjafei. Jadilah penerus cita-citanya,” katanya.

Bagi warga Kayutanam dan Sumatera Barat, seabad INS adalah pengingat bahwa ruang pendidikan paling kuat justru tidak selalu berbentuk ruang kelas. Ia bisa berupa bengkel, ladang, panggung, atau perdebatan malam di beranda asrama.

Berita Terkait

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap
Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh
Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi
Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian
Korupsi Kredit Bank Nagari, Kejari Pasaman Menyita Aset
Tambang Emas Ilegal Pasaman Ditindak, Operator Ditangkap
Polresta Padang Tahan Residivis Curanmor di Lubuk Begalung
Alex Marquez Jatuh di Sepang Akibat Kesalahan Sendiri

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:29 WIB

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian

Berita Terbaru

Room karaoke BFF Family Karaoke & Mini Cinema Payakumbuh. (Foto: Dok. BFF Family Karaoke & Mini Cinema)

Gaya Hidup

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 Nov 2026 - 18:29 WIB

Personel Polres Payakumbuh menggelar apel sebelum patroli KRYD. (Foto: Dok. Humas Polres Payakumbuh)

Peristiwa

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 Nov 2026 - 18:11 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran

Senin, 2 Nov 2026 - 13:07 WIB

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar

Senin, 2 Nov 2026 - 13:06 WIB